Tampilkan postingan dengan label Pasca Persalinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasca Persalinan. Tampilkan semua postingan

Cara Mengatasi Kulit Kendur Pasca Melahirkan



Setelah melahirkan banyak wanita yang mengeluhkan kulit kendur, terutama di area sekitar perut.  Namun dengan perawatan yang  tepat  kulit yang kendur bisa menjadi lebih kencang.

Pasca melahirkan kita kerap disibukkan dengan berbagai hal baru sebagai ibu. Kini si Kecil pun menjadi prioritas baru kita. Bagaimana tidak, setelah sembilan bulan mengandungnya kini kita dapat menatap langsung matanya dan menggenggam jemari mungilnya, rasanya semua pengalaman saat kehamilan dan persalinan lunas terbayarkan.

Namun dibalik semua kebahagiaan sebagai ibu, banyak wanita kerap mengeluhkan bentuk tubuh yang tidak seindah dulu dan kulit yang kendur. Bentuk tubuh sangat berkaitan erat dengan kandungan lemak, distribusi lemak di kulit, maupun distribusi lemak dalam cairan tubuh. Sementara kulit perut yang kendur berkaitan erat dengan otot perut yang belum pulih pasca persalinan, kandungan lemak pada kulit, dan elastisitas kulit itu sendiri.

Sebenarnya dengan perawatan tepat hal ini dapat diatasi, sehingga kita dapat menjalani peran sebagai ibu dengan nyaman dan tetap tampil prima. Kita dapat menggunakan jamu tradisional, atau jika ingin praktis dapat menggunakan krim pengencang kulit khusus pasca persalinan, atau mengkombinasikan keduanya. Sebaiknya pilih krim dengan kandungan bahan alami yang mengencangkan kulit dengan aman dan mengandung cukup moisturizer guna memperbaiki tekstur kulit.

Tips mengencangkan kulit dan  mengembalikan bentuk tubuh secara nyaman:

  • Bila melahirkan secara normal gunakan stagen dan gurita hanya selama dua minggu setelah persalinan. Selebihnya cukup gunakan korset celana yang menutupi seluruh perut. Hal ini dimaksudkan untuk melatih otot perut sehingga proses pengencangan kembali dapat lebih cepat
  • Lakukan olahraga ringan yang menyenangkan, seperti yoga dan senam ringan, jalan pagi bersama si Kecil sambil mendorong trolinya pun dapat dijadikan alternatif
  • Banyak minum air putih. Selain mencegah dehidrasi air juga bermanfaat untuk mempertahankan kelambaban kulit.
  • Perbaiki kualitas makan. Makanlah dengan pola teratur, agar porsi makan dan nafsu makan dapat terkontrol. Ganti kebiasaan mengemil gorengan dan makanan kecil yang kurang sehat dengan buah, yogurt, dan buah kering yang lebih sehat
  • Untuk membantu proses penghancuran lemak pada lapisan epidermis kulit, dan mengembalikan kekencangan kulit pasca persalinan gunakan Cussons First Years New Mum Intensive Body Firming Cream :
    • Conjugated Linoleic Acid (CLA), berfungsi  mengencangkan kulit dan mencegah terakumulasinya lemak baru
    • Caffeine, Paulina Cupana Seed Extract dan Carnitine yang mengencangkan kulit dan menstimulasi pembakaran lemak berlebih di lapisan kulit  
    • Cocoa Butter dan Olive Oil, yang merupakan moisturizer alami yang menghaluskan kulit, mengembalikan kekenyalan dan memperbaiki tekstrur kulit
    • Dengan formulasi yang telah lulus uji klinis oleh Dermatolog dan parfum lembutnya yang memberikan sensasi relaksasi
Jangan lupa, waktu terbaik untuk mengoleskan krim adalah segera setelah mandi, karena pada saat ini kulit dalam kondisi bersih dan lembab
Baca Cara Mengatasi Kulit Kendur Pasca Melahirkan Lebih Lengkap >>

3 Keluhan Setelah Melahirkan Akibat Kekurangan Progesteron



Hormon progesteron berperan dalam mengatur siklus menstruasi dan menjaga kehamilan. Kadarnya di dalam tubuh akan turun setelah melahirkan dan sering menyebabkan berbagai keluhan pada wanita, baik secara fisik maupun kejiwaan.

Dalam mengatur siklus menstruasi, progesteron berkombinasi dengan hormon lain yakni esterogen. Hormon esterogen mendominasi komposisi hormonal di awal-awal siklus karena fungsinya membantu pematangan sel telur.

Setelah itu progesteron akan mengambil alih hingga kadarnya mencapai puncak saat sel telur siap dibuahi, lalu cenderung stabil hingga beberapa saat menjelang menstruasi. Jika tidak terjadi pembuahan, kadarnya akan turun secara tiba-tiba dan diikuti oleh luruhnya dinding rahim.

Namun jika terjadi pembuahan, kadar progesteron akan terus terjaga selama kurang lebih 39-40 pekan untuk memberikan kondisi yang nyaman bagi perkembangan janin. Kadarnya kembali turun setelah bayi lahir, namun kadang produksinya akan terganggu selama beberapa pekan sesudahnya.

Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini gejala-gejala yang muncul karena terganggunya produksi hormon progesteron setelah melahirkan.

1. Depresi
Selama hamil, kadar progesteron selalu terjaga karena tubuh terus menerus menghasilkan hormon ini melalui plasenta. Setelah melahirkan, plasenta berhenti memproduksi sehingga kadar progesteron mendadak turun.

Menurut penelitian yang dilakukan NaProTechnology, penurunan kadar progesteron berkaitan dengan terjadinya depresi setelah melahirkan (postpartum depression). Kadang-kadang depresi yang ditandai dengan gejala selalu sedih dan gelisah serta mudah menangis ini bisa berlangsung hingga 6 bulan.

2. Penumpukan cairan
Retensi atau penumpukan cairan sering terjadi setelah melahirkan, sebagai akibat dari berkurangnya kadar progesteron. Biasanya kondisi ini ditandai dengan pembengkakan (edema) terutama di bagian kaki dan tangan.

Hal ini terjadi karena pada siklus normal, progesteron juga berfungsi sebagai diuretik atau peluruh cairan. Oleh progesteron, kelebihan carain yang terdapat di beberapa jaringan tubuh akan dikeluarkan melalui urin.

3. Haid tidak teratur
Dalam siklus yang normal, menstruasi terjadi ketika kadar progesteron mendadak turun sebagai sinyal bagi dinding rahim untuk luruh. Kekurangan progesteron menyebabkan dinding rahim tidak luruh tepat pada waktunya, karena perubahan komposisi hormonal tidak terjadi secara drastis.

Gangguan pada siklus menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami para ibu setelah melahirkan. Selain kadar hormon progesteron belum normal, produksi Air Susu Ibu (ASI) juga sering dituding sebagai pemicunya.
Baca 3 Keluhan Setelah Melahirkan Akibat Kekurangan Progesteron Lebih Lengkap >>

Sulit Menyusui dan Stres Pasca Melahirkan Saling Berhubungan



Menyusui seharusnya sebuah proses alamiah, tapi bagi ibu baru hal ini tidak selalu mudah dilakukan. Kemungkinan sulitnya ibu menyusui dan munculnya depresi setelah melahirkan saling berhubungan.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam edisi Agustus jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan perempuan yang mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya di 2 minggu pertama kelahiran lebih rentan terhadap depresi pasca melahirkan (postpartum depression).

Namun peneliti dari University of North Carolina (UNC) di Chapel Hill belum bisa menentukan apakah ibu depresi lebih cenderung memiliki masalah dalam menyusui, atau apakah kesulitan menyusui bisa memicu depresi.

"Para dokter sebaiknya tidak hanya melihat kondisi mulut bayi dan payudara ibu, tapi juga melihat otak dari si ibu. Karenanya pikiran harus menjadi bagian dari evaluasi," ujar Dr Alison Stuebe dari UNC School of Medicine, seperti dikutip dari Healthland.Time, Senin (8/8/2011).

Hasil studi menemukan perempuan yang tidak puas dalam menyusui bayinya lebih mungkin mengalami depresi setelah melahirkan, dan ibu yang mengalami nyeri payudara parah pada awal menyusui maka lebih mungkin menjadi tertekan.

Secara umum depresi telah dikaitkan dengan sensitivitas nyeri yang jadi meningkat, karenanya perempuan yang mengalami depresi akan merasa lebih sakit saat menyusui. Hal ini menunjukkan bahwa kesulitan menyusui dan depresi saling berkaitan.

Hubungan yang terjadi tidak mungkin hanya kebetulan semata. Dalam studi Stuebe ditemukan bahwa ibu baru yang melaporkan rasa cemas akan memiliki kadar oksitosin yang rendah, padahal hormon ini berperan dalam proses menyusui.

Setiap perempuan didesak untuk menyusui bayinya, tapi jika ia tidak mendapatkan dukungan yang diberikan maka keberhasilan menyusui ini bisa saja tidak terwujud karena terlalu banyaknya tekanan yang diberikan pada ibu.

"Kita perlu sistem untuk mendukung ibu-ibu yang menyusui agar bisa mencapai tujuan mereka, seperti mendapatkan dukungan dari masyarakat, kerabat, pengusaha dan penyedia layanan kesehatan," ujar Stuebe.
Baca Sulit Menyusui dan Stres Pasca Melahirkan Saling Berhubungan Lebih Lengkap >>

Kasus Hamil Lagi Saat Baru Melahirkan


Kasus hamil lagi saat baru melahirkan dialami oleh beberapa perempuan. Untuk mencegah kehamilan lagi usai melahirkan para ahli menyarankan pasangan untuk menggunakan kontrasepsi setelah 3 minggu melahirkan. Hal ini untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

Ibu yang baru melahirkan memang bisa hamil lagi karena proses ovulasi pada perempuan usai melahirkan bisa terjadi lagi dalam 25-27 hari setelah melahirkan.

Meski risiko kesehatan pada ibu yang hamil lagi setelah melahirkan bisa diminimalisir namun masalah yang serius justru pada psikologi si ibu.

Karena pada saat melahirkan dan hamil sebelumnya saja si ibu mengalami kelelahan mental karena tenaga dan emosinya yang terkuras. Jika kemudian si ibu hamil lagi usai melahirkan dikhawatirkan akan membuatnya tertekan.

Berdasarkan review yang diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology, yang dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2011), perempuan yang menyusui memang bisa mencegah kehamilan. Tapi bagi perempuan yang tidak menyusui, ia bisa mengalami ovulasi (masa subur) beberapa minggu setelah melahirkan.

Dr Emily Jackson dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan sangat penting menyediakan perawatan bagi perempuan setelah melahirkan serta membicarakan masalah kontrasepsi. Perempuan harus waspada terhadap kenyataan bahwa dirinya bisa menjadi subur segera setelah melahirkan.

Dalam studi gabungan yang dianalisis oleh Dr Jackson dan rekannya Dr Anna Glasier menemukan bahwa rata-rata perempuan mengalami ovulasi antara 45-94 hari setelah melahirkan, tapi ada juga yang berovulasi sejak 25-27 hari setelah melahirkan.

Namun umumnya dokter tidak menyarankan ibu menyusui mengonsumsi pil kontrasepsi dengan estrogen karena berpotensi menimbulkan risiko seperti memperlambat pertumbuhan bayi. Karenanya perlu konsultasi dengan dokter untuk menentukan pilihan kontrasepsi yang tepat bagi ibu menyusui.

Untuk itu Dr Jackson menyarankan penting bagi dokter membicarakan masalah kontrasepsi pada semua perempuan termasuk yang sedang menyusui mengenai pilihan kontrasepsi yang aman digunakan, serta memastikan bahwa semua perempuan telah mempersiapkan diri dengan baik untuk kehamilan berikutnya.
Baca Kasus Hamil Lagi Saat Baru Melahirkan Lebih Lengkap >>

5 Hal yang Memicu "Baby Blues"


Kebahagiaan setelah kelahiran anak bisa sirna akibat depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu baru disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues dapat terjadi kapan saja, tetapi umumnya adalah sekitar satu hingga tiga minggu setelah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih mudah marah atau malah mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi gampang cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat mudah frustrasi saat berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya karena khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional hingga sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang bisa memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk memiliki anak dapat berpengaruh pada kondisi emosional calon ibu pada saat hamil dan juga setelah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari memiliki anak."Pilihannya adalah menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, agar Anda lebih positif dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akibat masalah dengan pasangan bisa berpengaruh terhadap munculnya baby blues. "Adanya masalah bisa meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan dapat menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga baru dapat dianggap sebagai tambahan masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sejak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak bisa membuat Anda putus asa pada masa awal memiliki anak. Begitu juga jika Anda tidak memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang dapat membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar dapat membuat Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, menurut profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, dapat sangat membantu mengatasi masalah ini. Jika tidak ada teman yang tinggal di dekat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di daerah sekitar rumah. Atau, andalkan bantuan dari baby sitter.

4. Anda baru mengalami kejadian yang pahit
Perceraian atau kematian dari anggota keluarga dapat menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis seperti baru pindah rumah juga dapat memberikan dampak yang serupa, begitu menurut Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan setelah melahirkan. Jika bisa, tunda rencana pindah rumah hingga Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan sempurna bisa membuat seseorang jadi mudah frustrasi pada saat yang terjadi adalah sebaliknya. Itu sebabnya, menurut Kim Zittel, PhD, MSW, asisten profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.
"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya adalah bayi yang manis bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.
Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan belajar untuk menerima segala hal dengan pikiran terbuka.
Baca 5 Hal yang Memicu "Baby Blues" Lebih Lengkap >>

Ibu Menyusui Jangan Olahraga Berlebihan Agar ASI Tidak Asam


Ibu yang baru melahirkan kadang ingin buru-buru mengurangi berat badannya dengan berolahraga keras. Tapi sebaiknya jangan olahraga terlalu berlebihan agar ASI (Air Susu Ibu) yang dihasilkan tidak asam.

"Jika ibu menyusui melakukan olahraga berat atau terlalu berlebihan akan terbentuk asam laktat di dalam susunya, sehingga rasa ASI menjadi asam yang membuat bayi tidak mau menyusui," ujar dr Inge Permadhi, MS, SpGK dalam acara Nutritalk: Inspirasi Sehat Wanita Indonesia di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

dr Inge mengatakan ibu menyusui terkadang ingin cepat menurunkan berat badannya sehingga melakukan olahraga secara berlebihan.

Umumnya ibu menyusui akan menghasilkan ASI sekitar 750 cc tiap hari, kondisi ini juga setara dengan penurunan berat badan sekitar 200-500 kalori per harinya. Yang artinya dalam waktu seminggu bisa menurunkan sekitar 0,5 kg.

"Jadi dengan menyusui sebenarnya sudah membantu menurunkan berat badannya secara alami," ujar dokter spesialis nutrisi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

Selain itu ibu yang sedang menyusui juga harus memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya, karena apapun yang masuk ke dalam tubuh si ibu akan mempengaruhi ASI seperti rasanya.

dr Inge menuturkan komposisi gizi yang seimbang untuk ibu menyusui adalah:

1. Tinggi karbohidrat untuk menggantikan glukosa yang digunakan dalam membuat laktosa dari ASI
2. Tinggi protein untuk membantu proses pertumbuhan anak, karena dalam pertumbuhannya anak membutuhkan protein
3. Mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada ibu menyusui
4. Mengonsumsi buah dan sayuran untuk mendapatkan asupan serat, vitamin dan mineral

"ASI menjadi sumber DHA karenanya harus tinggi konsumsi omega 3. DHA ini berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf termasuk otak, perkembangan retina dan fungsi penglihatan," ungkapnya.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui adalah menghindari:

1. Alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang
2. Makanan yang berbumbu kuat karena bisa mengubah cita rasa dari ASI
3. Makanan yang sudah terkontaminasi misalnya dengan pengawet atau pewarna makanan berbahaya seperti rhodamin B
4. Makanan yang bisa membuat bayi menjadi alergi, jika memang bayi diketahui memiliki alergi seperti telur, susu, kacang-kacangan
5. Makanan yang pedas karena bisa membuat bayi menjadi diare
6. Konsumsi kopi karena bisa membuat bayi menjadi peka dan terjaga serta menurunkan penyerapan zat besi yang terkandung dalam ASI.
Baca Ibu Menyusui Jangan Olahraga Berlebihan Agar ASI Tidak Asam Lebih Lengkap >>

Kondisi Anemia yang Sebabkan Kematian Pada Bumil



Secara fisiologis ibu hamil memang lebih rentan mengalami anemia atau kurang darah. Tapi sebaiknya hal ini tidak dianggap sepele, karena anemia bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil saat melahirkan.

"Menurut WHO seseorang dikatakan anemia jika nilai hemoglobinnya (Hb) kurang dari 11 mg/dl darah," ujar dr Inge Permadhi MS, SpGK dalam acara Nutritalk: Inspirasi Sehat Wanita Indonesia di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

dr Inge menuturkan ibu melahirkan akan disuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya untuk membantu menghentikan perdarahan usai melahirkan. Tapi jika ibu mengalami anemia, suntikan itu tidak bereaksi sehingga pembuluh darahnya tidak menyempit yang membuat perdarahan terus terjadi.

Jika perdarahan tidak dapat diatasi maka bisa menyebabkan terjadinya kematian pada ibu. Kalaupun ia bisa bertahan hidup setelah mengalami perdarahan pasca melahirkan, ia akan menderita kekurangan darah berat dan masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Berdasarkan data dari Riskesdas 2010 diketahui bahwa perdarahan menempati urutan tertinggi penyebab kematian ibu yaitu sebesar 28 persen. Dan penyebab utama dari perdarahan ini adalah anemia serta kekurangan energi kronis pada ibu hamil.

"Penyebab anemia bermacam-macam, secara fisiologis saat hamil jumlah cairan di dalam tubuh akan lebih banyak sedangkan sel darah merahnya tetap sehingga memicu terjadinya anemia," ujar dokter dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

dr Inge menuturkan ada penyebab lain anemia seperti:

1. Asupan makanan yang kurang baik misalnya karena sering mual dan muntah
2. Mengalami kehamilan kembar
3. Jangka waktunya dekat dengan kehamilan sebelumnya
4. Cadangan zat besi yang terkandung di dalam tubuh ibu sebelum hamil sedikit
5. Adanya penyakit seperti infeksi cacingan

Selain menyebabkan perdarahan, anemia yang terjadi pada ibu hamil bisa berakibat pada ibu itu sendiri dan juga janin yang dikandungnya. Pada ibu bisa menyebabkan berat badan susah naik, abortus (keguguran), penyulit kehamilan, persalinan, nifas dan pasca melahirkan.

Sedangkan pada janin yang dikandung bisa menyebabkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, bayi lahir dengan anemia dan penyulit setelah lahir seperti gagal tumbuh dan kecerdasan rendah.

"Semua zat gizi pada ibu hamil itu penting, tapi ada beberapa nutrisi yang butuh perhatian lebih yaitu zat besi, kalsium, asam folat, B12 dan juga protein," ungkapnya.

Semua nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan seperti hati ayam, kerang, daging merah, ikan tuna, kedelai, bayam, brokoli, kacang merah, asparagus, jeruk, kacang-kacangan, susu rendah lemak, keju.

"Jadi anggapan kalau hamil harus makan 2 piring itu tidak benar, karena yang penting adalah zat gizinya. Kalau mau nambah lebih baik perbanyak protein yang bisa membantu pertumbuhan anak di dalam rahim dan perhatikan penambahan berat badannya," ujar dr Inge.

dr Inge menuturkan untuk ibu hamil yang sebelumnya sudah memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal maka kenaikan berat badan totalnya sebesar 11,5-16,5 kg, untuk ibu yang underweight (berat badan kurang) kenaikannya sebesar 12,5-18 kg, untuk ibu yang kelebihan berat badan (overweight) kenaikannya sebesar 7-11,5 kg dan untuk ibu yang obesitas kenaikannya sebesar 6,8 kg.
Baca Kondisi Anemia yang Sebabkan Kematian Pada Bumil Lebih Lengkap >>

Mitos Berat Badan Usai Melahirkan


Setiap perempuan yang baru saja melahirkan pasti ingin tubuhnya kembali ke bentuk semula. Ada beberapa mitos tentang berat badan setelah melahirkan yang dipercaya banyak perempuan usai melahirkan padahal itu keliru.

Peneliti telah menemukan bahwa kehamilan menjadi salah satu penyebab utama kenaikan berat badan pada perempuan. Hal ini telah diteliti secara ilmiah selama dua dekade terakhir. Tapi bukan berarti seorang perempuan tidak akan gemuk jika ia tidak hamil, karena banyak faktor lain yang bisa mempengaruhinya.

Saat hamil hampir semua bagian tubuh mengalami perubahan, seperti volume darah yang meningkat setidaknya sebesar 15 persen, rahim yang terus membesar untuk menunjang pertumbuhan janin akan membuat otot perut berubah serta penumpukan lemak di beberapa bagian tubuh.

Berikut ini adalah beberapa mitos yang umum seputar berat badan ibu setelah melahirkan, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (25/5/2011) yaitu:

1. 'Jika saya melahirkan melakui operasi caesar, maka dokter bisa sekaligus memotong lemak berlebih di tubuh'
Jenis sayatan untuk bedah caesar bukan seperti pemotongan otot. Karenanya dinding perut tidak berubah kecuali hanya mengalami pembengkakan. Setelah sembuh maka kontur perut akan tetap sama.

2. 'Saya bisa makan dan minum apa saja setelah melahirkan'
Jika ibu menyusui dan memberikan ASI eksklusif pada bayinya, maka ia tidak bisa makan dan minum secara sembarangan. Karena apapun yang dikonsumsinya bisa mempengaruhi susu yang dihasilkan.

3. 'Saya bisa mendapatkan perut rata jika saya melakukan treadmill'
Otot-otot rektus yang menjadi tempat dari perut six-pack akan keluar selama kehamilan dan persalinan. Ketika seseorang telah memiliki bayi maka bentuknya akan seperti diamond atau tonjolan. Karena itu tidak bisa mendapatkan perut rata dengan melakukan treadmill, tapi butuh waktu tertentu untuk membuatnya kembali normal.

Biarkan tubuh melakukannya sendiri, karena seperti pada otot panggul akan mengalami trauma selama hamil dan melahirkan, sehingga butuh waktu sedikitnya 6 minggu dalam proses penyembuhannya.

Karenanya diperlukan kesabaran agar bisa mendapatkan bentuk badan seperti sebelum hamil atau justru lebih baik. Untuk itu lawanlah dorongan untuk segera melakukan fitnes di pusat kebugaran.
Baca Mitos Berat Badan Usai Melahirkan Lebih Lengkap >>

Infeksi yang menyertai Kehamilan dan Persalinan Pada Ibu Hamil


1.SYPHILIS
(Infeksi yang menyertai Kehamilan dan Persalinan Pada Ibu Hamil) – Infeksi syphilis (lues) yang disebabkan oleh Treponema pallidum, baik yang sudah lama maupun yang baru diderita oleh ibu dapat ditularkan kepada janin.  Syphilis kongenita merupakan bentuk penyakit syphilis yang terberat.  Infeksi pada janin dapat terjadi setiap saat dalam kehamilan, dengan derajat risiko infeksi yang tergantung jumlah spiroketa (treponema) di dalam darah ibu.
Sudah diketahui secara umum bahwa syphilis mempunyai pengaruh buruk pada janin: dapat menyebabkan kematian janin, partus immaturus, dan partus prematurus.  Dalam hal demikian dapat dijumpai gejala-gejala syphilis kongenita, diantaranya pemfigus syfilitikus, deskwamasi pada telapak kaki dan tangan, serta rhagade di kanan-kiri mulut.  Pada persalinan tampak janin atau plasenta yang hidropik.
Syphilis harus diobati segera setelah diagnosis dibuat, tanpa memandang tuanya kehamilan.  Lebih dini dalam kehamilan pengobatan diberikan, lebih baik prognosis bagi janin.  Syphilis primer yang tidak diobati dengan adekuat, 25% akan menjadi syphilis sekunder dalam waktu 4 tahun.
Sebelum zaman antibiotika, syphilis diobati dengan neoarsphenamine (Salvarsan) dan bismuth.  Sekarang pengobatan syphilis dalam kehamilan dilakukan dengan penicillin, dan apabila penderita tidak tahan (alergi) penicillin, dapat diberikan secara desensitiasi.  Eritromisin tidak dianjurkan karena besar kemungkinan akan gagal untuk mengobati infeksi pada janin.
Untuk syphilis primer, sekunder, dan laten dini (kurang dari 1 tahun) dianjurkan mendapat Benzathine penicillin G dengan dosis 2,4 juta satuan IM sekali suntik (separuh di kanan dan separuh di kiri).  Untuk syphilis lama (late syphilis) diperlukan dosis yang lebih tinggi: 7,2 juta satuan (total) dibagi dalam 3 dosis masing-masing 2,4 juta satuam IM perminggu dalam 3 minggu.
Dosis tunggal penicilline di atas umumnya sudah cukup untuk melindungi janin dari penderitaan syphilis.  Abortus atau kematian janin selama atau tidak lama setelah pengobatan biasanya tidak disebabkan karena gagalnya pengobatan, tetapi karena pengobatan terlambat diberikan.  Suami juga harus diperiksa darahnya dan bila perlu diobati.  Bila ragu, darah tali pusat juga diperiksa.  Follow up bulanan melalui pemeriksaan serologik perlu dilakukan sehingga bila perlu pengobatan ulang dapat segera diberikan.
Untuk lues kongenita pada neonatus dianjurkan pengobatan sebagai nerikut: 100.000-150.000 satuan/kg BB aquaeous crystalline penicilline G perhari (diberikan 50.000 satuan/kg BB secara IV setiap 8-12 jam) atau 50.000 satuan/kg BB Procain penicillin perhari diberikan 1x IM selama 10-14 hari.
Bayi yang lahir dari ibu dengan syphilis boleh tetap mendapat ASI.  Bila ibu tersebut masih menderita lesi pada kulit, kontak dengan bayinya harus dihindari.
2.VARICELLA (CACAR AIR/CHICKEN POX)
Varicella merupakan penyakit anak-anak dan sangat jarang dijumpai dalam kehamilan dan nifas.  Walaupun umumnya cacar air itu suatu penyakit ringan, namun pada wanita hamil kadang-kadang bisa menjadi berat dan dapat menyebabkan partus prematurus.  Disangka bahwa telah terjadi penularan intra uterin apabila gelambung-gelambung timbul dalam 10 hari setelah kelahiran.  Frekuensi cacar bawaan tidak lebih tinggi pada para bayi yang lahir dari ibu yang menderita cacar air dalam masa hamil.
3.INFEKSI TRAKTUS URINARIUS
Infeksi saluran kencingnadalah infeksi bakteri yang paling sering dijumpai pada kehamilan. Walaupun bakteri uria asimtomatik merupakan hal biasa, infeksi simtomatik dapat mengenai salran bawah yang menyebabkan sisititis, atau menyerang kaliks, pelvis, dan parenkim ginjal sehingga mengakibatkan pielonefritis.
Organisme yang emnyebabkan infeksi saluran kemih berasal dari flora normal perineum. Sekarang terdapat bukti bahwa beberapa galur escherichia coli memiliki pili yang meningkatkan virulensinya. Walaupun kehamilan itu sendiri tampaknya tidak meningkatkan faktor0faktor virulensi ini, stasis air kemih tampaknya menyebabkan hal itu, dan bersam dengan revluksvesikoureter, stasis mempermudah timbulnya gejala infeksi saluran kemih bagian atas.
Overdistsnsi yang disertai kateterisasi untuk mengeluarkan iar kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih.
a.Bakteriuria Asimtomatik
kondisi ini mengacu pada perkembangan bakteri yang terus-menerus secara aktif di dalamsaluran kemih tampa menimbulkan gejala. Insiden selama kehamilan bergantung pada paritas, ras dan status social ekonomi
bakteri uria biasanya sudah ada pada saat kunjungan pra natal I dan setelah biakan urin awal yang negatif, wanita yang mengalami infeksi saluran kemih jumlahnya 1 % atau kurang.
Makna
Apabila bakteri uriaasimtomatik tidak diobati sekitar 25 % pasien akan mengalami infeksi simtomatik akut selam kehamilan tersebut. Eradikasi bakteri uria dengan anti mikroba telah dibuktikan dapat mencegah sebagian besar infeksi klinis tersebut. Pada beberapa penelitian, bakteri uria yang tersamar dilaporkan menyebabkan sejumlah efek merugikan pada kehamilan. P-ada penelitian-penelitian awal oleh kass (1962), insiden kelahiran preterm dan mortalitas prenatal meningkat pada wanita dengan bakteri uria yang mendapat plasedo dibandingkan dengan yang mendapat terapi. Dari  bukti-bukti yang sekarang ada kecil kemungkinan bahwa bakteri uria asimtomatik merupakan factor utama untuk bayi pre term atau BBLR.
Pada banyak diantara wanita ini bacteria uria menetap setelah melahirkan, dan pada sebagian juga menujukan bukti-bukti radiografik adanya infeksi kronik, lesi obstruktif atau kelainan congenital saluran kemih. Infeksi simtomatik sering berulang sering terjadi.
Therapi
Wanita dengan bakteri uria asimtomatik dapat diberi pengobatan dengan salah satu dari bebrapa regimen anti mikroba. Pemilihan dapat didasarkan pada sensitifitas infitro, tetapi mumumnya dilakukan secara empiris. Terapi selam 10 hari dengan makrokristal nitrovurantoin 100 mg/hari terbukti untuk sebagian besar wanita. Regimen lain adalah amphicilin, amoksisilin, chefalosporin, nitrofurantoin, atau sulfonamide 4 X sehari selam 3 hari. Terapi anti mikroba dosis tunggal untuk bakteri uria juga pernah dilaporkan pernah berhasil. Kegagalan regimen dosis tunggal mungkin merupakan petunjuk adanya infeksi saluran bagian atas dan perlunya terapi yang lebih lama, misalnya nitrovurantoin 100 mg sebelum tidur selam 21 hari. Bagi wanita dengan bakteri uria yang menetap atau sering kambuh mungkin diidikasikan terpai supresif sepanjang sisa kehamilannya. Salah satu regimen yang telah terbukti berhasil adalah nitrovurntoin 11 mg sebelum tidur
b.Sistitis Dan Uretritis
Biasanya sistitis di tandai oleh disuria, urgensi dan frekuensi. Biasanya ditemukan bakteri uria dan piuria. Hematuriamikroskopik sering terjadi dan kadang-kadang terjadi hematuria makroskopik akibat sistitis haemoragik, walaupun sistitis biasanya tidak berpenyulit, saluran kemih bagian atas dapat terkena akibat infeksi asenden.
Therapi
Wanita dengan sistitis cepat berespon dengan salah satu beberapa regimen. Haris dan gilstrat (1981) melaporkan angka kesembuhan 97 % pada regimen amphicilin 10 hari. Sulfonamide, mitrofurantoin atau sevalosporin juga efektif apabila diberikan selama 10 hari. Terapi dosis tunggal yang digunakan untuk bakteri uria asimtomatik terbukti efektif untuk wanita hamil maupun tidak hamil, tetapi sebelumnya harus dipastikan tidak ada pielonefritis.
c.Pielonefritis Akut
Infeksi ginjal merupakan penyulit medis paling serius pada kehamilan, terjadi pada sekitar 2 % wanita hamil. Keseriusan pielonefritis akut selam kehamilan digaris bawahi sebagai penyebab utama syok septic selama kehamilan.
Infeksi ginjal lebih sering terjadi setelah pertengahan kehamilan, pada lebih dari separuh kasus penyakitnya unilateral dan di sisi kanan, sedangkan pada ¼ bilateral. Pada sebagian besar wanita, infeksi disebabkan oleh bakteri yang naik dari saluran kemih bawah. Antara 75-90 % infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri yang meimiliki adehesin fimbriae-P.
Gambaran Klinis
Awitan pielonefritis biasanya agak mendadak. Gejala meliputi demam, menggigil hebat, dan nyeri tumpul di salah satu atau kedua regio lumbal. Pasien mungkin mengalami anoreksia, mual dan muntah. Perjalanan penyakit dapat sangat bervariasi dengan demam sampai setenggi 40 ?C atau lebih dan hipotermia sampai 34?C. rasa nyeri biasanya dapat ditimbulkan dengan perkusi disalah satu atau kedua sudut costovertebra. Sedimen urin sering mengandung banyak leukosit, seringkali dalam gumpalan-gumpalan dan banyak bakteri.
Walaupun diagnosis biasanya mudah, pielonefritis dapat disangka sebagai proses persalinan, koriamnionitis, appendicitis, solusio plasenta, atau infark myoma, dan masa nifas disangka sebagai metritis dengan selulitis panggul.
Kreatinin plasma harus diukur pada awal terapi. Pielonefritis akut pada sebagian wanita hamil menyebabkan penurunan bermakna laju filtrasi glomerulus yang bersifat reversible. Wanita dengan pielonefritis ante partum mengalami insufisiensi pernafasan dengan derajat bervariasi akibat cidera alveolus dan edema paru yang dipicu oleh endotoksin. Pada sebagian wanita cidera parunya parah sehingga menimbulkan syndrome gawat nafas akut.
Graham dkk (1983) memastikan bahwa pemberian terapi antimikroba pada wanita ini diikuti oleh peningkatan aktifitas uterus. Hal ini mungkin disebabkan oleh pelepasan endotoksin. Hemolisis akibat endotoksin juga sering terjadi, dan sekitar 1/3 dari wanita ini mengalami anemia akut.
Penatalaksanaan
Hidrasi intra vena agar produksi urin memadai merupakan hal yang esensial. Keluaran urin, tekanan darah dan suhu dipantau secara ketat. Demam tinggi harus diatasi, biasanya dnegan selimut pendingin.
Infeksi saluran kemih yang serius ini biasanya cepat berespon terhadap hidrasi intravenal dan terapi antimikroba. Pemilihan obat bersifat empiris; ampicilin, plus gentamicin, cevazolin atau ceftriakson terbukti 95 % efektif dalan uji-uji klinis acak. Resistensi E. Coli terhadap anphicilin sering terjadi dan hanya separuh hanya strain yang ada masih sensitive. Invitro terhadap apmhicilin, tetapi senagian besar masih sensitive terhadap cevasolin. Karena itu banyak dokter cenderung menberikan genthamicin atau aminoglikosida lain bersama dengan amphicilin. Apabila pasien mendapat oab-obat neotoksik perlu dilakukan pengukuran kreatinin serum secara serial. Akhirnya sebagian penulis cenderung menggunakan suatu sefaloskorin atau phenicilin dengan spectrum diperluas.
Gejala klinis umumnya reda dalam 2 hari setelah terapi; tetapi walaupun gejala cepat menghilang banyak penulis menganjurkan agar terapi dilanjutkan hingga 7-10 hari. Apabila biakan urin selanjutnya memberikan hasil positif diberikan nitrofurantoin 100 mg sebelum tidur selam sisa kehamilan.
Penatalaksanaan Rawat Jalan
Dilaporkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna dalam respon klinis atau hasil kehamilan antara pasien rawat inap dan rawat jalan. Semua wanita dalam uji ini mendapat dua dosis ceftriakson IM 1 gr di RS dengan selang 24 jam sebelum mereka yang dimasukan kekelompok rawat jalan diperbolehkan pulang. Dalam hal ini diperlukan evaluasi ketat sebelum dan setelah pemulangan dari RS.
Penatalaksaan Bagi Mereka Yang Tidak Berespon
Apabila perbaikan klinis belum tampak jelas dalam 48-72 jam, wanita tersebut perlu pemeriksaan obstruksi saluran kemih, untuk mecari ada tidaknya dipensi abnormal pada ureter atau pielokaliks.
Pemasangan doble-J steent diureter akan mengatasi obstruksi pada sebagian besar kasus. Apabila gagal dilakukan nefrostomi perkutanium. Apabila gagal juga perlu dilakukan pengeluaran batu ginjal secara bedah agar infeksi reda.
Tindak Lanjut
Bila tidak dilakukan tindakan-tindakan untuk menjamin sterilitas urin, pasien sebaiknya diberi nitrovurantoin 100 mg sebelum tidur sampai selesai hamil.
d.Pielonefritis Kronik
penyakit ini adalah suatu nefritis interstisial kronik yang diperkirakan disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada banyak kasus, terjadi pembentukan jaringan parut klasik yang terdeteksi secara radiologis dan disertai refluks ureter selagi berkemih; oleh karenanya penyakit ini juga disebut sebagai nefropatirefluks. Pada kasus lanjut, yang muncul adalah gejala insufisiensi ginjal. Patogenesis penyakit ini masih belum jelas tetapi tampaknya bukan hanya disebabkan oleh infeksi bakteri persisten.
Prognosis pada ibu dan janin bergantung pada luas kerusakan ginjal. Gangguan fungsi ginjal dan pembentkan jaringan parut ginjal bilateral berkaitan dengan peningkatan penyulit pada ibu, apabila pielonefritit kronik lainnya mengalami penyulit bakteri uria selama kehamilan, dapat terjadi pielonefritit akut yang akan memperparah keadaan. Hampir seluruh wanita dengan pembentukan jaringan parut ginjal akibat infeksi saluran kemih pada masa kanak-kanak akan mengalami bakteri uria saat hamil (Martinel dkk , 1990).
4.HEPATITIS
Hepatitis infeksiosa disebabkan oleh virus dan merupakan penyakit hati yang paling sering dijumpai dalam kehamilan.  Pada wanita hamil, pemyebab hepatitis infeksiosa terutama oleh virus hepatitis B.  walaupun kemingkinan juga dapat karena virus hepatitis A atau Hepatitis C.  hepatitis virus dapat terjadi pula setiap satt kehamilan dan mempunyai pengaruh buruk pada janin maupun ibunya.  Pada trimester I dapat terjadi keguguran, akan tetapi jarang dijumpai kelainan congenital (anomaly pada janin).  Sedangkan pada trimester II dan III sering terjadi premature.  Tidak dianjurka untuk melakukan terminasi kehamilan dengna induksi atau SC, karena akan mempertinggi risiko pada ibu.  Pada hepatitis B janin kemungkinan dapat tertular melalui plasenta, waktu lahir, atau masa neonatus; walaupun masih masih kontroversi penularan melalui air susu.
Penatalaksanaan
1.Istirahat, diberi nutrisi dan cairan yang cukup, bila perlu IV
2.Isolasi cairan lambung dalam atau cairan badan lainnya dan ingatkan tentang pentingnya janin dipisahkan dengan ibunya
3.Periksa HbsAg
4.Kontrol kadar bilirubun, serum glutamic oksaloasetik transaminase (SGOT), serum glutamic piruvic transaminase (SGPT), factor pembekuan darah, karena kemungkinan telah ada disseminated intravaskular coagulapathy (DIC)
5.Cegah penggunaan obat-obat yang bersifat hepatotoksik
6.Pada ibu yang HbsAg positif perlu diperiksa HbsAg anak karena kemungkinan terjadi penularan melalui darah tali pusat
7.Tindakan operasi seperti SC akan memperburuk prognosis ibu
8.Pada bayi yang baru dilahirkan dalam 2×24 jam diberi suntikan anti hepatitis serum
5.HIV/AIDS
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dapat memperberat kondisi klinik wanita dengan infeksi HIV.  Sebaliknya, risiko tentang hasil kehamilan pada penderita infeksi HIV masih merupakan tanda tanya.  Transmisi vertical virus AIDS dari ibu kepada janinnya telah banyak terbukti, akan tetapi belum jelas diketahui kapan transmisi perinatal tersebut terjadi.  Penelitian di AS dab Eropa menunjukkan bahwa risiko transmisi perinatal pada ibu hamil adalah 20-40%.  Transmisi dapat terjadi melalui plasenta, perlukaan dalam proses persalinan, atau melalui ASI.  Walaupun demikian, WHO menganjurkan agar ibu dengna HIV positif  tetap menyusui bayinya mengingat manfaat ASI yang cukup besar dibandingkan dengan risiko penularan HIV.
Bila telah terdiagnosis adanya AIDS perlu dilakukan pemeriksaan apakah ada infeksi PHS lainnya, sepeerti gonorrhea, chlamydia, hepatitis, herpes, ataupun infeksi toksoplasmik, CMV, TBC dan lain-lain.
Penderita AIDS mempunyai gejal awal yang tidak spesifik seperti fatique, anoreksia, BB menurun, atau mungkin menderita candidiasis orofaring maupun vagina.  Kematian pada ibu hamil dengan HIV positif kebanyakan disebabkan oleh penyakit oportunisyik yang menyetainya, terutama pneumocystis carinii pneumonia.
Sampai saat ini belum ada pengobatan AIDS yang memuaskan.  Pemberian AZT (Zidovudine) dapat memperlambat kematian dan menurunkan frekuensi serta beratnya infeksi oportunistik.  Pengobatan infeksi HIV dan penyakit oportunisyiknya dalam kehamilan merupakan masalah, karena banyak obat belum diketahui dampak buruknya dalam kehamilan.  Dengan demikian, pencegahan menjadi sangat penting peranannya, yaitu hubungan seksual yang sehat, menggunakan alat kontrasepsi, dan mengadakan tes terhadap HIV sebelum kehamilan.
Dalam persalinan, SC bukan merupakan indikasi untuk menurunkan risiko infeksi pada bayi yang dilahirkan.  Penularan kepada penolong persalinan dapat terjadi dengan rate 0-1% pertahun exposure.  Oleh karena itu dianjurkan untuk melaksanakan upaya pencegahan terhadap penularan infeksi bagi petugas kamar bersalin sebagai berikut:
1.Gunakan pakaian, sarung tangan dan masker yang kedap air dalam menolong persalinan
2.Gunakan sarung tangan saat menolong bayi
3.Cucilah tangan setelah selesai menolong penderita AIDS
4.Gunakan pelindung mata (kacamata)
5.Peganglah plasenta dengan sarung tangan dan beri label sebagai barang infeksius
6.Jangan menggunakan penghisap lendir bayi melalui mulut
7.Bila dicurigai adanya kontaminasi, lakukan konseling dan periksa antibody terhadap HIV serta dapatkan AZT sebagai profilaksis
Perawatan pascapersalinan perlu diperhatikan yaitu kemungkinan penularan melalui pembalut wanita, lochea, luka episiotomi ataupun luka SC.  Untuk perawatan bayi, sebaiknya dilakukan oleh dokter anak yang khusus untuk menangani kasus ini.  Perawatan ibu dan bayi tidak perlu dipisah, harus diusahakan agar pada bayi tidak dilakukan tindakan yang membuat perlukaan bila tidak perlu betul, misalnya jangan lakukan sirkumsisi.  Perawatan tali pusat harus dijalankan dengan cermat.  Imunisasi yang menggunakan virus hidup sebaiknya ditunda sampai terbukti bahwa bayi tersebut tidak menderita virus HIV.  Antibodi yang didapatkan pasif dari ibu akan dapat bertahan sampai 15 bulan.  Jadi diperlukan pemeriksaan ulang berkala untuk menentukan adanya perubahan ke arah negatif atau tidak.  Infeksi pada bayi mungkin baru tampak pada usia 12-18 bulan.
6.TYPUS ABDOMINALIS
Typus abdominalis dalam kehamilan, dan nifas menunjukan angka kematian yang lebih tinggi dari pada di luar kehamilan. Penyakit ini mempunyai pengaruh buruk terhadap kehamilan. Dalam 60-80 % hasil konsepsi keluar secara spontan : lebih dini terjadinya infeksi dalam kehamilan, lebih besar kemungkinan berakhirnya kehamilan.
Pengobatan dengan kloramfenikol atau tiamfenikol (Urfamycin) biasanya cukup manjur. Waktu ada wabah, semua wanita hamil perlu diberi vaksinasi. Walaupun kuman-kuman tufus abdominalis tidak di keluarkan melalui air susu, namun sebaiknya penderita tidak menyusui bayinya karena keadaan umum ibu biasanya tidak mengizinkan, dan karena kemungkinan penuluaran oleh ibu melalui jalan lain tetap ada. Tifus abdominalis tidak merupakan indikasi bagi abortus buatan.
Baca Infeksi yang menyertai Kehamilan dan Persalinan Pada Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

Tips Membeli Box Bayi

Sebelum anda menentukan membeli box bayi, kemukakan terlebih dahulu alasan anda untuk membelinya, dengan begitu suami tentu setuju.

Box bayi merupakan salah satu pelengkap keperluan bayi. Kami sendiri juga menyiapkan box bayi untuk kehadiran putri kami yang pertama. Para suami biasanya sangat concern tentang mahalnya box bayi. Pertimbangannya untuk tidak membeli box bayipun kemudian diperkuat dengan masukan dari rekan / saudara yang menceritakan bayi mereka tidak mau tidur di box bayi, atau sangat repot ketika tiba saat menyusui / mengganti diaper di malam hari kalau bayi tidur di box bayi.

Nah untuk meng-counter pikiran-pikiran yang membuat anda gagal membeli box bayi, bicarakan dahulu untung dan ruginya membeli box bayi. Beberapa keuntungan kalau ada box bayi adalah sebagai berikut :

-Bayi terhindar dari himpitan orang tuanya kalau tidur bertiga
-Bayi terhindar dari kemungkinan terjatuh dari tempat tidur
-Bayi lebih aman bila orang tuanya terpaksa meninggalkan bayi dalam pengawasan pembantu/baby sitter/kakek nenek karena bayi selalu berada di box bayi.
-Bayi terhindar dari ancaman nyamuk dengan adanya kelambu
-Bayi terhindar dari bahan berbahaya yang ada dalam obat pengusir nyamuk (bakar, semprot, maupun elektrik)
-Bayi lebih tenang dengan adanya mainan tergantung diatasnya
-Box bayi yang kuat dapat digunakan kembali untuk bayi anda selanjutnya

Berapa harga normal box bayi?

Rentang harga box bayi sangat tinggi. Harga termurah yang kami jumpai di Agustus 2008 adalah Rp. 600.000 sedangkan harga termahal yang kami tahu adalah sebesar Rp.3.000.000,-- Karena ukuran harga normal sangat relative, kami menyarankan kepada anda untuk lebih meneliti kesesuaian antara barang dan harga karena biasanya “ada harga ada rupa”

Dimana bisa membeli box bayi dengan harga murah?

Menurut survey yang kami lakukan di Surabaya (kami belum mengunjungi PGS) harga termurah kami dapatkan di Carrefour dan harga tertinggi kami dapatkan di toko bayi Suzana. Anda dapat juga melakukan searching di google untuk mendapatkan penawaran box bayi second yang masih bagus di kota anda dari pengguna internet yang lain.

Bagaimana kriteria box bayi yang bagus?

Salah satu kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam menilai bagus dan tidaknya box bayi adalah lebar box bayi. Usahakan box bayi tidak terlalu sempit sehingga masih memungkin bayi untuk belajar tengkurap. Pilih box bayi yang terbuat dari kayu dengan sistem knock down sehingga dapat dibongkar dan dipasang lagi untuk bayi anda berikutnya. Box bayi multifungsi dengan bahan kain dan alumunium sebetulnya berguna bila anda sering bepergian, namun berapa kali anda berencana bepergian dengan bayi anda dan kemudian meninggalkan bayi anda di box bayi sendirian? Sebaiknya anda memilih box bayi yang dapat dibuka salah satu sisinya sehingga memudahkan anda untuk mengambil bayi anda ketika mengganti popok atau menyusui.

Adakah box bayi sistem knock down dengan merk Olympic atau Ligna?

Kedua merek tersebut memang produsen mebel knock down yang dikenal di Indonesia namun sayangnya setelah kami melakukan pencarian di Internet kami belum menemukan penawaran mereka tentang produk box bayi.


Benarkah Box bayi dengan sistem knock down mudah dirangkai?

Semua box bayi dengan sistem knock down dilengkapi dengan instruksi / tata cara untuk merakitnya. Namun demikian ada beberapa kasus dimana anda memerlukan tenaga ekstra / alat bor untuk memasang sekrup kecil dengan kuat. Mintalah bantuan toko dimana anda membeli untuk merakitnya di rumah anda. Ini meminimalkan kemungkinan salah pasang / kerusakan pemasangan akibat kesalahan anda.
Baca Tips Membeli Box Bayi Lebih Lengkap >>

Kapan Luka Jahit Pasca Persalinan Sembuh?


Kapan Perlu Dijahit?
 
Kalau Ibu menjalani persalinan alami atau operasi caesar, diperlukan jahitan, Tapi kalau melahirkan  dalam air,  tidak selalu perlu dijahit.

Berapa lama jahitan akan pulih?

Tiap orang punya kondisi yang berbeda-beda. Tapi umumnya jahitan karena proses melahirkan bisa sembuh dalam 2-4 minggu.
Pastikan kebersihan di sekitar luka jahitan supaya tubuh Ibu bisa memulihkan diri tanpa masalah infeksi.

Tips memulihkan diri pasca melahirkan

  • Istirahat (minimalkan aktifitas fisik).
  • Lakukan olahraga ringan secara rutin.  Latihan  akan meningkatkan aliran darah ke daerah panggul dan dapat mempercepat penyembuhan.
  • Pastikan daerah kewanitaan Ibu selalu bersih dan kering.
  • Pastikan pakaian atau pembalut  yang Ibu gunakan tidak bergesakan dengan luka jahitan dan gantilah pembalut secara teratur.
  • Kompres luka jahitan menggunakan air es beberapa menit. Ini membantu  mengurangi pembengkak jahitan.
  • Tetap makan  teratur dan makan makanan yang sehat banyak serat, dan minum banyak air untuk menghindari sembelit atau konstipasi
Baca Kapan Luka Jahit Pasca Persalinan Sembuh? Lebih Lengkap >>

Mitos dan Fakta Seputar ASI

Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.
“Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil,” ujar Sophie dalam Obrolan Santai “Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak”, di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.
Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut
*M : Menyusui menyebabkan payudara kendur. F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.
*M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
*M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
*M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi. F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
*M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi. F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh. F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
*M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
*M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
*M : Pisang dapat membersihkan usus bayi. F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
*M : Susu formula sama baiknya dengan ASI. F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
*M : Susu formula membuat bayi lebih sehat. F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
*M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
*M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
*M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
*M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar. F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
*M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. F : Bayi menangis belum tentu lapar.
*M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
*M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
*M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
*M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui. F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
*M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga. F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi. F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
*M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri. F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
*M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
*M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
*M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
*M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis. F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
*M : Bayi menangis, pasti karena lapar. F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
*M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
*M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
*M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
*M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
*M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
*M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
*M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir. F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
*M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir. F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
*M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
*M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI. F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.
Baca Mitos dan Fakta Seputar ASI Lebih Lengkap >>

Olahraga yang Aman Pasca Persalinan


Kebiasaan baik berolahraga tetap aman dilanjutkan pascahamil atau persalinan. Mulailah dengan gerakan sederhana seperti jalan kaki atau berenang dengan intensitas ringan.

Yang perlu diperhatikan dalam berolahraga pascakehamilan adalah durasi dan jenis olahraga. Untuk perempuan dalam kondisi sehat pascakehamilan, disarankan melakukan olahraga setidaknya 2,5 jam dalam satu minggu dengan jenis olahraga aerobik level moderat. Perhatikan juga panduan berolahraga bagi perempuan pascakehamilan berikut ini:

* Lakukan pemanasan dan peregangan
* Mulai gerakan perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap
* Hindari kelelahan dan dehidrasi
* Gunakan sport bra
* Berhenti olahraga jika merasa sakit
* Segera hentikan latihan dan cari pertolongan medis jika terjadi pendarahan, keluar darah segar dengan jumlah melebihi darah menstruasi.

Anda juga bisa melakukan latihan kekuatan otot atau mengikuti kelas olahraga pascapersalinan di pusat kebugaran. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum melakukan latihan fisik yang lebih spesifik.

Jika kondisi Anda cukup aman untuk menjalani latihan fisik yang lebih spesifik, Anda bisa melakukan gerakan ini:

Leg slide
Latihan mengencangkan otot abdominal dan otot kaki aman dilakukan pascahamil. Berbaringlah, lalu perlahan tekuk kedua lutut Anda. Tarik nafas, luruskan kaki kanan Anda hingga posisinya lurus menyentuh lantai. Buang nafas, kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan yang sama untuk kaki kiri.

Bridge
Latihan gerakan bridge bertujuan untuk menguatkan otot perut. Berbaringlah dengan punggung menyentuh lantai, dan posisi lutut ditekuk. Pastikan punggung Anda berada dalam posisi stabil dan netral, artinya tidak melengkung ataupun tidak menekan ke lantai. Kencangkan otot perut. Angkat pinggul hingga posisi sejajar dengan lutut dan bahu. Tahan pada posisi ini selama tiga hitungan sambil menarik nafas mendalam. Kembali kepada posisi semua dan ulangi.

Pelvic tilt
Latihan gerakan memiringkan pinggul beberapa kali dalam sehari bisa mengencangkan otot perut. Berbaringlah dengan posisi punggung menyentuh lantai, dan lutut ditekuk. Pastikan posisi punggung rata saat ditarik ke atas menjauhi lantai, dengan otot perut dikencangkan dan pinggul dimiringkan perlahan. Tahan pada posisi ini selama 10 detik. Ulangi lima kali dan lakukan 10-20 kali repetisi.

Kegel
Senam kegel tentunya tak asing lagi. Latihan ini bisa membantu Anda mengencangkan otot pinggul. Dengan begitu Anda terlatih untuk mengontrol keinginan buang air kecil, memelihara perineum (daerah antara anus dan kelamin), serta mengencangkan otot vagina. Lakukan latihan kegel dengan kontraksi otot seperti saat Anda hendak menahan buang air kecil. Tahan posisi ini selama 10 detik lalu lepaskan. Ulangi 10 kali minimal tiga kali sehari.
Baca Olahraga yang Aman Pasca Persalinan Lebih Lengkap >>

Perawatan Tradisional Pasca Persalinan


Anda ingin mencoba paket perawatan tradisional paska persalinan? Boleh saja, asal tahu tujuan dan caranya. Sebenarnya sejauh mana manfaat dan keamanannya? Simak jawabannya dari dr. Dewi Prabarini S. Soeharto, SpOG berikut ini.

1. JAMU BERSALIN. Jamu bersalin biasanya dibagi menjadi 3 bagian, yakni yang diminum 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga. Manfaatnya antara lain mengencangkan otot-otot perut yang kendur, mengembalikan stamina, memperlancar ASI, membersihkan darah kotor dalam rahim, membantu pemulihan luka, dan membantu proses pengerutan rahim ke ukuran semula.

* Apakah ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin? Pada prinsipnya, ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin. Namun, bagi yang memiliki gangguan fungsi hati, misalnya hepatitis B positif atau pernah mengalami sakit kuning, sebaiknya tidak mengonsumsi jamu, mengingat jamu dimetabolisme di hati. Atau yang mengalami komplikasi saat persalinan, misalnya rahim robek, jamu bisa membuat kontraksi rahim berlebihan.
* Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat jamu bersalin tersebut? Jamu bisa membantu agar proses nifas berlangsung tepat waktu, yakni kurang lebih 40 hari.
* Bagaimana jika ada obat-obatan dari dokter yang harus diminum ibu? Sebaiknya, tanyakan dulu pada dokter apakah boleh mengonsumsi jamu bersalin atau tidak. Jika boleh, jangan konsumsi jamu bersama-sama dengan obat dokter. Mungkin, perlu diberi jeda waktu 1-2 jam.
* Adakah hal-hal yang perlu diwaspadai pada bayi? Pada bayi, walaupun sedikit, jamu pasti keluar di ASI. Jika bayi menjadi diare, misalnya, maka berarti ia tidak toleran terhadap jamu bersalin yang diminum ibunya.

2. PILIS. Digunakan dengan cara mengoleskannya memanjang menutupi dahi. Manfaatnya antara lain untuk menghilangkan rasa pening, menjaga kesehatan mata, mengobati sakit kepala, dan mencegah naiknya darah putih ke kepala.

* Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari pilis? Sebenarnya, dari segi kesehatan, manfaatnya agak meragukan. Pening yang dirasakan ibu yang baru melahirkan, misalnya, mungkin karena ia kurang tidur. Obatnya ya tidur. Istilah darah putih naik ke kepala juga tidak ada.
* Risiko gangguan mata apa yang mungkin dialami oleh ibu yang baru melahirkan? Gangguan mata, seperti pandangan jadi kabur, bisa saja terjadi. Khususnya pada ibu yang mengalami tekanan darah tinggi atau bengkak. Cara mencegahnya dengan mengurangi konsumsi garam dan cukup tidur.

3. PARAM. Digunakan dengan cara mengoleskannya ke seluruh tubuh, kecuali daerah payudara dan perut. Tujuannya antara lain untuk mengatasi pembengkakan yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan.

* Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh menggunakan param? Ya, sejauh kulitnya tidak sensitif dan paramnya tidak terlalu kental. Param punya efek menghangatkan. Jika terlalu hangat, bisa “membakar” kulit. Jadi, perhatikan cara memakainya.
* Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari param? Param bisa membantu mengurangi rasa pegal pada otot-otot tangan dan kaki ibu yang baru melahirkan, karena bisa mengatasi bengkak yang terjadi di sana. Hindari daerah payudara dan perut, karena kedua daerah ini mayoritas jaringannya lemah. Param “bekerja” pada otot.

4. TAPEL. Dicampur dengan kapur sirih dan air jeruk nipis, dibalurkan pada perut sebelum ibu mengenakan bengkung/stagen. Tujuannya antara lain untuk mengurangi rasa sakit-sakit di perut, mengempiskan perut serta memulihkan kondisi kulit perut.

* Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai tapel? Ya, jika ibu bersalin secara alami. Jika ibu bersalin lewat operasi, tapel tidak boleh digunakan sampai luka operasinya dinyatakan baik oleh dokter, atau kira-kira sampai 2 minggu setelah melahirkan. Namun pemakaian tapel ini sebaiknya tidak kena daerah yang ada luka operasinya.
* Sejauh mana efektifitas penggunaan tapel? Tapel menghangatkan perut yang membuat usus bekerja atau berkontraksi lebih cepat sehingga angin yang berada di dalamnya bisa keluar dengan mudah, sendawa lebih mudah dan perut terasa kempis. Air kapur sirih dan jeruk nipis memiliki sifat anti selulit. Hanya saja, kalau kulitnya sensitif, atau terlalu banyak kapur sirihnya, maka bisa timbul luka bakar. Tapel sifatnya membantu proses pembakaran lemak bawah kulit. Kalau lemaknya berkurang, kulit yang tadinya meregang juga lebih cepat bertemu.

5. BENGKUNG/STAGEN. Alat ini umumnya terbuat dari kain. Ukurannya beragam. Kini sudah ada bentuk yang lebih praktis dan mudah digunakan. Manfaatnya untuk membantu mengempiskan perut dan membuang angin dalam rongga perut.

* Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai bengkung? Boleh, asal cara memakainya benar, terutama untuk ibu yang bersalin lewat operasi. Bengkung sebaiknya dimulai dari bagian bawah luka operasi (setinggi panggul) sampai sedikit di atas pusar. Jangan terlalu tinggi, karena di situ ada lambung dan paru-paru. Luka operasi yang tertekan bengkung efeknya sama dengan tulang patah yang digips. Luka jadi diam dan rapat sehingga cepat menutup. Untuk ibu yang bersalin normal, gerak geriknya jadi perlahan, dan duduk juga tidak mengangkang. Hal ini baik untuk pemulihan luka.
* Sejauh mana efektivitas penggunaan bengkung dalam membantu mengempiskan perut? Cara paling efektif untuk mengempiskan perut adalah dengan senam nifas untuk melatih otot perut, dan mengurangi konsumsi lemak. Pemakaian bengkung bisa membuat kita tertipu karena kita merasa perut sudah kempis. Bengkung sifatnya hanya membuat perut terasa lebih nyaman. Selain itu, bengkung juga membantu penyerapan tapel sehingga efek pembakar lemaknya bekerja lebih efektif. Sama seperti orang habis creambath yang kepalanya ditutup handuk.
* Apakah bengkung harus dipakai sepanjang hari? Sebaiknya tidak karena kulit perlu bernapas. Jadi, malam hari sebaiknya dibuka saja. Untuk hasil optimal, bengkung dipakai sampai 3 bulan.
Baca Perawatan Tradisional Pasca Persalinan Lebih Lengkap >>