Tampilkan postingan dengan label Sulit Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulit Hamil. Tampilkan semua postingan

Apa yang Bikin Wanita Gagal Hamil?



Ada tiga penyebab utama: tubal, hormonal, dan struktural. Plus, beberapa disease yang mesti Anda ketahui dari sekarang.

1. Tubal. Ini adalah kondisi di mana satu dari kedua fallopian tube Anda tersumbat. Hal ini biasanya disebabkan oleh endometriosis, penyakit bercak-bercak jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. Pilihan treatment: vitro fertilisation (IVF) dan artificial insemination (AI).

2. Hormonal. Kalau yang ini, siklus menstruasi tidak teratur dan tak ada sel telur yang dilepaskan. Biasanya terjadi pada wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (dampak dari memiliki BMI di atas 25, diperkirakan ada 8 juta wanita yang menjadi penderita), atau wanita dengan level stres yang sangat tinggi. Biasanya diatasi dengan terapi hormon.

3. Struktural. Biasanya ada problem dengan organ reproduksi Anda, seperti kista di rahim, atau tumor di saluran uterus. Treatment-nya disesuaikan dengan masalah masing-masing.
Baca Apa yang Bikin Wanita Gagal Hamil? Lebih Lengkap >>

Stres Bukan Penyebab Sulit Hamil



Ketika usia pernikahan sudah melewati tahun kedua dan ketiga, keluarga besar Anda pasti mulai bertanya-tanya: kapan mereka akan menimang cucu? Kesulitan Anda untuk hamil juga memicu banyak "masukan" dari mereka. "Jangan stres-stres deh, pasrah saja. Kerja enggak usah terlalu ngoyo," begitu mungkin kata mereka.
Namun, apa yang sering Anda dengar ternyata belum tentu benar. Stres mungkin saja memegang peranan, namun bukanlah penyebab utamanya. "Data menunjukkan bahwa pengaruh stres terhadap kesuburan itu sangat lemah," ujar Randy Morris, MD, profesor klinis untuk divisi endokrinologi reproduktif di University of Illinois Medical School di Chicago.

Masalahnya, stres itu memang sesuatu yang sulit diukur. Banyak contoh dimana perempuan yang mengalami ketegangan yang sangat besar namun mampu hamil dan melahirkan anak yang sehat. Lagipula, banyak dari studi yang memelajari kaitan stres dan kemampuan seorang perempuan untuk hamil ternyata hanya memilih pasien yang sedang menjalani perawatan kesuburan. Artinya, bisa saja mereka juga memiliki problem lain yang memengaruhi kesuburannya.

Kaitan antara stres dan kesuburan yang cukup valid adalah bahwa stres dapat mengubah keseimbangan hormon, yang membuat sebagian perempuan berhenti berovulasi. Penelitian yang dilakukan oleh Sarah Berga, MD, kepala departemen kebidanan dan kandungan di Emory University School of Medicine di Atlanta, menunjukkan bahwa pada perempuan yang menderita amenorrhea (tidak mengalami menstruasi), ovulasi kembali ketika mereka menjalani terapi perilaku kognitif.

Perempuan yang mengalami masalah ketidaksuburan disarankan untuk tidak terlalu tertekan dengan keadaan tersebut. "Ketika Anda siap untuk mulai mencoba hamil, jangan menggunakan alat kontrasepsi lagi, dan bercintalah kapanpun Anda mau. Tak usah langsung memulai dengan peralatan peramal ovulasi, dan tak usah terlalu disiplin mengenai kapan Anda harus menggunakannya. Justru hal ini yang menyebabkan Anda lebih stres," ungkap Alice Domar, PhD, asisten profesor bidang kebidanan dan kandungan, dan biologi reproduktif di Harvard Medical School.

Selain itu, terimalah kenyataan bahwa kualitas sel telur akan menurun seiring bertambahnya usia, meskipun Anda tergolong sehat. Beberapa pakar mengestimasi, pada perempuan usia 35 tahun, kira-kira 1 dalam 2 telur cenderung memiliki kromosom yang tidak normal. Kemudian, sekitar 90 persen telur pada perempuan usia 42 tahun ke atas memang tidak normal. Dengan kondisi telur yang kurang layak, dengan sendirinya kesuburan akan menurun.
Baca Stres Bukan Penyebab Sulit Hamil Lebih Lengkap >>

Karyawan Perempuan yang Sering Masuk Malam Tetap Bisa Hamil



Selama ini, perempuan yang sering bekerja di malam hari diyakini susah hamil. Namun hasil analisis terhadap sejumlah penelitian menunjukkan, hubungan antara kerja malam dengan sistem reproduksi sangat tidak signifikan dan bisa diabaikan.

Anggapan bahwa perempuan yang sering bekerja di malam hari susah hamil didasari oleh perubahan jam biologis. Perempuan yang jam biologisnya tidak teratur akan mengalami perubahan kondisi hormonal yang selama ini diyakini memicu berbagai masalah reproduksi.

Selain menjadi susah hamil, perubahan siklus hormonal itu juga membuat para perempuan sering mengalami menstruasi tidak teratur. Kalaupun bisa hamil, kadang-kadang risikonya tinggi untuk mengalami kelahiran prematur maupun bayi lahir dengan berat badan rendah.

Namun anggapan ini terbantahkan oleh hasil analisis yang dilakukan Dr Matteo Bonzini dari University of Insubria di Italia, terhadap 23 penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Jumlah partisipan yang terlibat di masing-masing penelitian cukup beragam, mulai dari 700 hingga 35.000 orang.

Dari sekian banyak penelitian yang dianalisis, sebagian memang menunjukkan adanya hubungan antara masuk malam dengan ketidakseimbangan hormonal. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap para perawat di sejumlah rumah sakit.

Dibandingkan para perempuan dengan profesi lainnya, perawat yang sering piket malam di rumah sakit lebih sering mengalami menstruasi yang tidak teratur. Meski diyakini bahwa kecenderungan ini mempengaruhi kesuburan, namun tidak ada cukup bukti untuk disimpulkan demikian.

Secara keseluruhan, 23 penelitian itu rata-rata menunjukkan bahwa perempuan yang sering bekerja di malam hari punya risiko 16 persen lebih besar untuk bermasalah dengan sistem reproduksi. Dilihat dari angkanya, risiko ini memang cukup signifikan.

Namun Dr Bonzini mengatakan, beberapa faktor lain membuat angka itu menjadi tidak signifikan karena masalah reproduksi tidak secara langsung dipicu oleh kebiasaan bekerja di malam hari. Faktor-faktor lain yang dimaksud antara lain faktor sosial, ekonomi dan gaya hidup.

Menurut Dr Bonzini, perempuan yang sering masuk malam biasanya berpenghasilan relatif rendah sehingga sulit mengakses layanan kesehatan. Selain itu, agar tidak mengantuk beberapa perempuan pekerja malam sering mengonsumsi kopi dan rokok yang akan mempengaruhi kesehatannya.

"Bukti-bukti yang ada saat ini tidak mengharuskan perusahaan untuk membatasi para perempuan untuk bekerja di malam hari, dalam kaitannya dengan peluang untuk memiliki keturunan," ungkap Dr Bonzini seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/8/2011).
Baca Karyawan Perempuan yang Sering Masuk Malam Tetap Bisa Hamil Lebih Lengkap >>

Suami Terlalu Gemuk Jadi Sulit Hamil



Pria yang kelebihan berat atau kegemukan, seperti timpalan perempuan mereka, memiliki peluang lebih rendah untuk menjadi orang tua, berdasarkan perbandingan kualitas sperma yang disajikan dalam pertemuan mengenai kesuburan di Eropa, Senin (4/7).

Dalam apa yang digambarkan sebagai studi terbesar sejenisnya, para dokter meneliti sampel sperma dari 1.940 pria dan mencocokkannya dengan berat badan donor.

Tolok-ukurnya adalah indeks massa tubuh (BMI), ukuran lemak tubuh di kalangan orang dewasa. Berdasarkan itu, berat tubuh normal didefinisikan sebagai BMI 18,5-25; kelebihan berat 25-30 dan kegemukan sebagai 30 atau lebih.

Makin tinggi hitungan pada berat yang berlebihan, maka makin buruk kualitas sperma, terutama di kalangan mereka yang berada pada kategori kegemukan, demikian temuan tersebut, yang diajukan pada konferensi tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Stockholm, Swedia.

"Kelebihan berat mengakibatkan perubahan pada ciri sperma, mungkin akibat gangguan hormon, yang mengakibatkan jumlah sperma, motalitas dan vitalitas yang lebih sedikit," kata Paul Cohen-Bacrie, Direktur Ilmu Pengetahuan di Eylau-Unilabs di Paris, bagian dari jaringan laboratorium di 12 negara Eropa yang berpusat di Swiss.

"Ini mengakibatkan hilangnya potensi pembuahan," kata Cohen-Bacrie melalui telepon.

Penelitian tersebut mendapati jumlah sperma lebih sedikit sampai 10% di kalangan pria yang kelebihan berat, dan sampai 20% di kalangan lelaki yang kegemukan, dibandingkan dengan timpalan mereka dengan berat normal.

Persentase lelaki yang memiliki jumlah sperma nol naik hampir empat kali lipat, dari 1% dalam kategori berat normal, jadi 3,8%, pada kategori pria yang kegemukan.
Baca Suami Terlalu Gemuk Jadi Sulit Hamil Lebih Lengkap >>

Sulit Hamil? Coba Metode Holistik!



Jika Anda merasa sulit hamil, dokter mungkin akan memberi solusi untuk menjalani program kehamilan melalui konsumsi obat atau fertilisasi in vitro. Tapi, itu bukan satu-satunya alternatif. Ada juga metode holistik untuk membantu meraih kehamilan.

Seperti dikutip dari Modern Mom, berikut metode holistik yang bisa Anda coba untuk mempercepat kehamilan:

Akupunktur

Teknik ini bekerja untuk mengobati seluruh tubuh. Tekanan jarum di titik-titik tertentu di permukaan tubuh akan terasa seperti aliran listrik. Ini diyakini bisa melepaskan penyumbatan energi dan membantu Anda segera hamil. Seorang praktisi mengatakan, masalah kesuburan mungkin disebabkan sumbatan energi atau kurangnya keseimbangan energi dalam tubuh.

Obat Herbal

Racikan herbal dapat membantu mengatur siklus kesuburan. Ini bisa membantu seseorang mencapai siklus ovulasi lebih cepat sehingga mempercepat kehamilan. Chasteberry, cohosh hitam, dan ginseng Siberia adalah beberapa tumbuhan yang paling umum digunakan untuk meningkatkan kesuburan.

Yoga

Latihan yoga secara teratur cukup ampuh membuat tubuh relaks sembari meregangkan otot-otot kaku. Melalui praktik pernapasan dalam, yoga dapat mengurangi stres di tubuh dan pikiran. Yoga dapat mengembalikan kesuburan yang terganggu akibat stres. Sebab, stres dapat mencegah ovulasi dan konsepsi.

Menghadiri kelas yoga secara privat lebih baik daripada mengikuti lewat video. Instruktur dapat membantu Anda melakukan pose dengan benar.

Diet Makanan Sehat

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi bisa memengaruhi kemampuan hamil. Hindari tembakau, alkohol, dan kafein demi meningkatkan peluang hamil. Lakukan perbaikan gizi dengan mengonsumsi makanan sehat seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran, termasuk juga biji-bijian, dan makanan organik. Jika Anda makan daging, pilih varietas yang bebas suntikan hormon.
Baca Sulit Hamil? Coba Metode Holistik! Lebih Lengkap >>