Tampilkan postingan dengan label Trimester Ketiga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trimester Ketiga. Tampilkan semua postingan

Payudara Saat Hamil Alami Perubahan



Ukuran payudara bisa berubah seperti membesar, terutama ketika seseorang sedang hamil. Tapi perubahan apa saja yang dialami payudara saat hamil?

Payudara merupakan bagian tubuh yang sensitif serta memiliki struktur fisiologis yang kompleks. Bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan kelenjar susu. Umumnya perubahan payudara mulai terjadi setelah ia mengalami pubertas.

Ketika seseorang hamil atau menyiapkan diri untuk menyusui, maka ukuran payudara secara otomatis akan membesar. Ini dia perubahan yang terjadi pada payudara saat hamil, seperti dikutip dari ABCNews, Sabtu (23/4/2011) yaitu:

Trimester pertama

Pada tahap awal kehamilan ini aerola payudara akan berwarna lebih gelap dan warna puting menjadi lebih dalam sehingga nantinya memudahkan bagi bayi untuk menemukan sumber makanannya. Selain itu meningkatnya kadar hormon akan merangsang pertumbuhan dan perluasan dari lobulus payudara yang merupakan penghasil susu.

Trimester kedua

Pada tahap ini payudara mulai memproduksi dan menyimpan susu yang disebut dengan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan yang akan memberikan makanan bayi selama beberapa hari pertama kelahiran. Kolostrum ini juga mengandung zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh serta melindungi bayi dari infeksi.

Pada minggu ke-16, payudara sudah siap untuk menyusui. Kondisi ini untuk meningkatkan kesempatan bagi bayi prematur agar bisa bertahan hidup yang mengandung tinggi protein, zat besi, sodium, lemak dan sifat anti-infeksi.

Pada minggu ke-24, aliran darah ke payudara akan berlipat ganda dan akan terus stabil sampai kelahiran. Hal ini untuk mendukung produksi susu secara berkelanjutan.

Trimester ketiga

Di dalam alveoli payudara sel kecil yang berfungsi memproduksi susu mulai berkembang biak dan akan bekerja terus hingga akhirnya penuh dengan kolostrum.
Baca Payudara Saat Hamil Alami Perubahan Lebih Lengkap >>

Mimpi Pada Ibu Hamil


Mimpi atau bunga tidur bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu yang sedang hamil. Tapi terkadang mimpi yang muncul pada ibu hamil mengartikan sesuatu mengenai kehamilannya.

Selama hamil berbagai emosi campur aduk di dalam tubuh si ibu, karenanya ibu hamil akan tampak lebih sering mengalami mimpi dibandingkan orang biasa. Hal ini karena mimpi mencerminkan keadaan emosi seseorang.

Seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (18/11/2010) perubahan hormon yang terjadi saat hamil terutama hormon progesteron bisa membuat ibu hamil lebih sering bermimpi dan juga terlihat lebih nyata.

Mimpi yang muncul biasanya tergantung dari trimester kehamilannya, dan jika ada risiko terhadap kehamilannya maka mimpi yang muncul mungkin bisa mengganggu waktu tidur dan membuat ibu hamil terbangun di malam hari.

Trimester pertama

Pada trimester awal ini umumnya ibu hamil bermimpi mengenai kesenangannya memiliki anak. Selain itu kombinasi dari harapan agar mudah dalam melahirkan dan pemahaman yang tidak lengkap mengenai proses persalinan bisa membuat ibu hamil sering mengalami mimpi. Ketakutan terhadap perubahan tubuh juga bisa membuat ibu-ibu hamil bermimpi memiliki tubuh yang gemuk sehingga membuatnya sulit bergerak atau melakukan sesuatu.

Pada trimester ini ibu hamil mungkin sering bermimpi dirinya tengah berenang yang melukiskan kesadaran untuk mengumpulkan air dalam rahimnya. Air dalam mimpi ini menunjukkan kesadaran sang ibu mengenai kandungan air ketuban di dalam tubuhnya.

Trimester kedua

Selama trimester kedua, mimpi ibu hamil biasanya berupa binatang seperti anak anjing, anak ayam atau kucing, tergantung dari sikap dan situasinya saat hamil. Ibu hamil juga cenderung mendapatkan mimpi erotis, hal ini karena ia cemas perubahan tubuhnya akan berpengaruh terhadap kehidupan seknya yang akan menimbulkan rasa canggung atau frekuensi berkurang, sehingga ia akan mencari kompensasinya dalam bentuk mimpi.

Trimester ketiga

Mimpi yang muncul pada trimester ketiga biasanya berhubungan dengan jenis kelamin si janin serta memperkirakan wajah bayi yang lebih mirip dirinya atau sang ayah. Sebuah penelitian mengungkapkan sekitar 50 persen ibu hamil secara akurat berhasil memprediksi jenis kelamin bayinya melalui mimpi yang dialami.

Selain itu studi lain juga menemukan bahwa mimpi yang dialami sang ibu menunjukkan sekitar 15 persen wajah dari bayi yang dikandung, dan terkadang mimpi yang muncul bisa sangat akurat
Baca Mimpi Pada Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

Bumil Tidur Miring ke Kiri Cegah Bayi Lahir Mati


Posisi tidur ibu hamil kadang bisa mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya. Studi menyarankan ibu hamil untuk tidur miring ke kiri untuk mencegah bayi lahir mati.

Sebuah studi yang dilakukan di Selandia Baru mengungkapkan bahwa posisi tidur ibu hamil yang miring ke kiri pada saat trimester akhir dapat membantu menghindari risiko kelahiran mati (stillbirth).

"Aliran darah ke bayi menjadi terbatas ketika ibu tidur dalam posisi terlentang atau miring ke kanan dalam waktu yang lama. Hal ini kemungkinan yang menjelaskan hubungan tersebut," jelas Tomasina Stacey dari departemen obstetri dan ginekologi University of Auckland.

Menurut peneliti, ibu hamil yang tidur dengan miring ke kiri akan membantu aliran darah ke bayi karena pembuluh darah utama ibu tidak terhalang rahim yang berat.

"Ada banyak faktor yang terkait dengan bayi lahir mati termasuk obesitas, peningkatan usia ibu, etnis, kelainan kongenital dan kondisi plasenta. Sebagian besar tidak terjelaskan," ujar Daghni Rajasingam dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, seperti dilansir Indiavision, Kamis (14/7/2011).

Dalam studi ini tim peneliti mewawancarai 155 perempuan di Auckland yang melahirkan bayi mati antara Juli 2006-Juni 2009 saat usia kehamilan minimal 28 minggu, yang dibandingkan dengan kelompok kontrol dari 310 ibu yang sedang hamil.

"Penelitian skala kecil ini melihat faktor lain yang mungkin terjadi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum menarik kesimpulan posisi tidur mana yang paling baik. Jika wanita yang sedang hamil merasa khawatir, sebaiknya konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungannya," tambah Rajasingam.

Studi ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.
Baca Bumil Tidur Miring ke Kiri Cegah Bayi Lahir Mati Lebih Lengkap >>

Payudara Besar Mudah Memproduksi ASI?


Banyak yang percaya bahwa wanita yang memiliki payudara besar akan mudah memproduksi air susu ibu (ASI) saat melahirkan dan memiliki bayi nantinya. Benarkah demikian?

Ukuran payudara biasanya akan meningkat selama kehamilan terutama selama trimester ketiga saat alveoli (sel yang memproduksi ASI) dan milk duct (saluran yang membawa ASI ke puting) tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Tetapi ukuran payudara tidak mempengaruhi berapa banyak ASI yang bisa dihasilkan, karena ukuran payudara lebih tergantung pada jumlah pendukung dan lemak jaringan fibrosa dari jumlah kelenjar susu.

Wanita dengan payudara besar tidak selalu menghasilkan ASI lebih banyak, karena ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan kemampuan memproduksi ASI dan menyusui, seperti dilansir DiscoveryHealth, Jumat (1/4/2011).

Produksi ASI dirangsang oleh hormon dan stimulasi payudara atau frekuensi menyusui. Semakin meningkat frekuensi menyusui maka suplai ASI pun akan meningkat, meskipun banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI seperti kelelahan, stres dan depresi. Tapi ukuran payudara bukanlah salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah ASI.

Payudara besar memang memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang lebih besar, yang berarti bahwa bayi akan bisa minum lebih banyak ASI pada satu waktu. Tetapi ini tidak berarti bahwa payudara besar menghasilkan ASI yang banyak.

Yang sering terjadi adalah wanita dengan payudara besar akan mengalami beberapa masalah saat memberikan ASI. Kebanyakan ibu dengan payudara besar mungkin mengalami pendarahan atau mastitis (peradangan pada jaringan payudara).

Masalah ini biasanya terjadi karena ibu dengan payudara besar sulit menemukan posisi yang pas untuk menyusui, seperti dilansir about.com. Ibu dengan payudara besar harus meluangkan waktu sedikit untuk menemukan posisi sempurna untuk menyusui bayinya.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui, jangan menyerah untuk menyusui tanpa berbicara dengan konsultan laktasi atau dokter anak Anda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan suplai ASI dan kesulitan menyusui dapat dialami oleh banyak wanita tanpa memandang ukuran payudaranya.
Baca Payudara Besar Mudah Memproduksi ASI? Lebih Lengkap >>

Ingin Hamil? Penuhi Dulu Kebutuhan Asam Folat Anda!


Anda sedang happy karena dinyatakan hamil oleh dokter, dan berencana segera memborong susu untuk ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan asam folat? Hm… rasanya pemahaman ini perlu sedikit diluruskan. Pemberian asam folat saat Anda sudah positif dinyatakan hamil boleh dibilang sudah agak terlambat, jika sebelumnya Anda tak pernah mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat.

Folat memang diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan janin, sekaligus mendukung kesehatan si ibu. Namun, fakta menunjukkan bahwa wanita Asia (termasuk Indonesia), berisiko melahirkan bayi dengan Neural Tube Defects (NTD) akibat kurangnya asupan folat. NTD adalah cacat yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, karena tabung saraf tulang belakang tidak menutup sempurna.

Tabung saraf biasanya menutup, dan sel-sel otak janin mulai berkembang, pada usia kehamilan 25-27 hari, atau pada minggu ke-3 kehamilan. Padahal, pada saat itu umumnya wanita belum menyadari kehamilannya, sehingga seringkali merasa belum perlu mengonsumsi asam folat.

“Memang banyak wanita yang tidak merencanakan kehamilannya dengan baik (disebabkan oleh kesalahpahaman tersebut). Mereka biasanya baru sadar bahwa dirinya hamil saat usia kehamilannya menginjak usia 2 bulan,” ujar dr Ifzal Asril, SpOG, dalam seminar “Kiat Mendapatkan Si Kecil yang Sehat dan Cerdas” di Hotel Gran Melia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kelainan yang biasanya terjadi akibat NTD adalah bayi yang lahir tanpa tengkorak kepala (anenchepaly), tulang belakang tidak menutup sempurna (spina bifida), dan tonjolan di belakang kepala (encephalocele). Efek lain dari NTD yang mungkin sudah Anda kenal adalah kepala bayi membesar karena berisi cairan (hydrocephalus). Bayi yang lahir dengan berbagai kondisi ini biasanya tidak lama usianya. Kalau pun si bayi bertahan, ia tentu akan menderita.

Karena itu, ahli kandungan dan kebidanan dari RS Ibu dan Anak Hermina Jakarta ini menekankan perlunya status gizi saat konsepsi. Sebaiknya, 3 bulan sebelum terjadi pembuahan  (bila Anda merencanakan kehamilan) Anda sudah mengonsumsi asam folat. Asam folat harus terus dikonsumsi hingga trimester I, karena perkembangan otak janin mengalami percepatan saat trimester ke-3 hingga usia bayi 30 bulan. Selain folat, kandungan nutrisi lain yang diperlukan saat perkembangan otak janin antara lain DHA, zat besi, Omega-3 dan 6, kolin, serta gangliosida.

Dengan nutrisi folat yang cukup, risiko NTD dapat dikurangi hingga 80%. Sementara itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dr Ifzal menyarankan ibu hamil untuk melakukan USG sejak dini untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada janin. Semakin dini terdeteksinya, semakin mungkin dilakukan pencegahan atau perawatannya.
Baca Ingin Hamil? Penuhi Dulu Kebutuhan Asam Folat Anda! Lebih Lengkap >>

Ibu Hamil Sebaiknya Tidak Makan Kacang


Ngidam itu masalah biasa saat Anda sedang hamil. Namun, satu dari beberapa makanan yang perlu Anda hindari adalah kacang. Demikian menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mt Sinai School of Medicine di New York City.

Menurut para peneliti, ibu hamil yang kerap mengonsumsi kacang akan melahirkan bayi yang kelak akan mengalami alergi kacang. Semakin banyak kacang yang dimakan perempuan pada trimester ketiga kehamilannya, bayinya cenderung makin sensitif terhadap kacang.

Penemuan ini tidak membuktikan apakah mengonsumsi kacang selama kehamilan merupakan faktor risiko alergi kacang dalam tahun pertama atau berikutnya. Para peneliti menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan ini.

"Studi kami berfokus pada sensitisasi, bukan alergi kacangnya," kata Scott H Sicherer, pemimpin studi ini. "Butuh waktu beberapa tahun bagi kami untuk mengetahui apakah anak-anak ini benar-benar akan mengembangkan masalah alergi kacang."

Masalah alergi kacang pada anak-anak memang meningkat dalam satu dekade terakhir. Sekitar satu dari 100 anak mengalami alergi kacang. Dalam kondisi terparah, hal ini bisa menyebabkan anaphylactic shock, yaitu insiden yang bisa berpotensi fatal dengan kondisi tenggorokan menutup dan penderitanya tak mampu bernapas. Penderita juga bisa mengalami gejala yang lebih ringan, seperti muntah, diare, atau asma.

Meskipun demikian, Sicherer mengingatkan bahwa tidak ada cukup informasi untuk memperingatkan perempuan agar tidak mengonsumsi kacang selama kehamilan. American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri secara singkat hanya merekomendasikan bahwa perempuan yang berisiko tinggi sebaiknya menghindari kacang selama kehamilan dan selama menyusui.

Dalam studi yang baru dipublikasikan, peneliti menilai bahwa risiko alergi kacang pada 503 bayi diduga juga menjadikan mereka alergi terhadap telur dan/atau kacang. Penilaian berdasarkan hasil tes tusukan kulit atau kehadiran ruam kulit yang berkaitan dengan alergi makanan. Bayi berusia 3-15 bulan tersebut belum pernah didiagnosis alergi kacang. Namun, tes darah menunjukan bahwa 140 bayi memiliki sensitivitas tinggi terhadap kacang.
Baca Ibu Hamil Sebaiknya Tidak Makan Kacang Lebih Lengkap >>

Varises pada Kehamilan


Masa iya sih hanya gara-gara tidak menaikkan kaki ke atas bantal saat tiduran, lalu varises itu muncul? Jangan-jangan itu hanya ketakutan orangtua zaman dulu saja yang berlebihan.
Varises terjadi bila pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) melebar dan berkelok atau melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah. Paling mudah terlihat adanya galur-galur biru kehijauan seperti "cacing" yang memanjang di kaki.
Cacing atau tonjolon itu sejatinya adalah pembendungan aliran darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat adalah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbon dioksida) kembali ke jantung.
Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena yang mengalami tarikan gaya berat yang besar, seperti kaki dan anus.
Nah, karena terbendung, aliran darah pun mencari jalan alternatif melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. "Varises memang tidak hanya muncul di kaki," ujar Dr Agus Supriyadi, SpOG, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta.
Varises juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti tangan, lambung, rektum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kelamin). Beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya varises maupun faktor risiko, yaitu:
Faktor hormonal
Pada saat hamil terjadi peningkatan hormon progesteron yang membuat elastisitas dinding pembuluh darah bertambah sehingga dinding pembuluh darah (baik arteri maupun vena) makin lentur yang berakibat pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Di satu sisi pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, yakni agar aliran darah dan volume darah tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin normal.
Tekanan rahim
Tekanan rahim juga ikut andil dalam memunculkan varises. Perut yang semakin membesar akan menghambat kerja pembuluh darah. Umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Hal ini karena pembuluh-pembuluh darah di daerah inilah yang berhubungan erat dengan rahim.
Berdiri terlalu lama
Ibu hamil yang karena tuntutan pekerjaan/keadaan setiap hari harus berdiri diam dalam waktu lama atau justru duduk terus tanpa banyak bergerak juga lebih berpeluang mengalami varises. Ini terjadi karena gravitasi membuat otot-otot kaki bekerja keras memompakan darah ke atas.
Kegemukan
Wanita hamil yang mengalami pertambahan berat badan lebih dari 12-15 kg akan membebani aliran pembuluh darah pada kaki.
Keturunan
Orangtua yang mengalami varises saat hamil berisiko menurunkan hal yang sama kepada anaknya.
Cegah sebelum terjadi
Pada bagian yang terdapat varises umumnya akan terasa sakit/nyeri, gatal, disertai perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Sekitar 20-30 persen ibu hamil mengalami varises. Paling sering muncul di trimester kedua atau ketiga kehamilan. Langkah paling baik yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan, seperti:
Menaikkan kaki
Menaikkan kaki di atas bantal sehingga posisi kepala lebih rendah merupakan langkah pencegahan. Posisi itu memungkinkan aliran darah ke kaki lebih baik.
Posisi tidur
Disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri supaya pembuluh darah balik yang menuju jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan tidak tertekan.
Banyak bergerak
Ibu hamil juga disarankan banyak bergerak setiap hari, jangan hanya berdiri atau duduk diam. Banyak gerak memungkinkan peredaran darah berjalan lebih lancar. Senam hamil juga disarankan karena ibu harus berolahraga dengan tepat.
Konsumsi makanan sehat
Perbanyak asupan yang mengandung antioksidan alami seperti buah dan sayur segar. Makanan yang tinggi serat juga bisa mencegah varises pada anus (wasir/ambien) dan vagina.
Pakaian hamil yang nyaman
Kenakan pakaian hamil yang nyaman, jangan terlalu ketat/sempit sehingga sirkulasi darah akan terganggu. Sebaiknya jangan pula menggunakan sepatu berhak tinggi, atau maksimal 2 cm, selain tidak aman dan nyaman untuk ibu hamil, juga bisa menyebabkan aliran darah tidak lancar.
Baca Varises pada Kehamilan Lebih Lengkap >>

Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu


Minggu pertama – 8 hari selepas proses persenyawaan berlaku, blastocyst (kini mengandungi 200 sel) merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim.
Minggu ke-2 – Blastocyst menggelembung dan sel-sel mula berkembang dan terbahagi kira-kira 2 kali sehari sehinggalah pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut atau disauh dengan kukuh pada endometrium.
Minggu ke-3 – Saiz embrio terbentuk dan saiznya hanyalah sepanjang 0.08 inci/2 mm. Gen janin mula hendak membentuk dalam 3 lapisan benih (sel) daripada organ badan yang akan bergabung.
Minggu ke-4 - Janin sudah mulai membentuk struktur asas manusia dimana sel-sel mula bergabung dan pada masa itu embrio sudah mulai memanjang kira-kira 1/4 inci (6 mm = sebesar biji tembikai). Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang mengepam darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa darah daripada jantung).
Minggu ke-5 – Embrio akan terus membesar. Terdapat 3 lapisan iaitu ectoderm, mesoderm dan dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ianya akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Manakala lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk organ penting yang asas iaitu jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Akhir sekali ialah lapisan endoderm iaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk organ dalaman seperti usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu ke-6 - Sekiranya pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita akan dapat melihat janin sudah membentuk kepada dan badan. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat dikesan.
Minggu ke-7 – Pembentukan bayi semakin jelas terbentuk. Kepala bayi seolah-olah tertunduk dan berada dalam cecair (air ketuban atau amnotic sac) yang akan memberikan keperluan tumbesaran bayi semasa dalam kandungan.
Janin usia 8 Minggu
janin 8 minggu
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdetak kuat. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut.
Minggu ke-9 :
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.

Minggu ke-10 :
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

Minggu ke-11 :
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri

Janin usia 12 Minggu
janin 12 minggu 
janin 12 minggu
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.
Minggu ke-13 :
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Minggu ke-14 :
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak

Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup

Janin usia 16 Minggu
foto janin 16 minggu 
foto janin 16 minggu 
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah anak pertama, biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya.
Minggu ke-17 :
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. 
Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk

Minggu ke-18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

Minggu ke-19 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.

Janin usia 20 Minggu
janin 20 minggu 
janin 20 minggu
Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Ia tumbuh dengan pesat, baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm, yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur, dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak.
Minggu ke-21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
Minggu ke-22 :
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional

Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram
Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.

Janin usia 24 Minggu
foto janin 24 minggu 
foto janin 24 minggu
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya.
Minggu ke-25 :
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

Minggu ke-26 :

Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

Minggu ke-27 :
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Minggu ke-28 :
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh.
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.

Janin usia 30 Minggu
foto janin 30 minggu 
foto janin 30 minggu
Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.
Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban 
Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
Minggu ke-32 :
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi .
Minggu ke-33 :  Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke-34 :
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

Janin usia 36 Minggu
foto janin 36 minggu 
foto janin 36 minggu
Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Apabila ia bangun, matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.
Janin usia 37 hingga 42 Minggu
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm
Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan segera melihat dunia. Sementara itu, rambut lanugo (= rambut badan) bayi telah lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya. Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat, sebagian lainnya agak sedikit terlambat, tetapi mereka sungguh lahir! Baiklah, selamat berbahagia dan bersukacita atas kelahiran si mungil di tengah-tengah kita!
Baca Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu Lebih Lengkap >>