Tampilkan postingan dengan label Vitamin Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vitamin Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Bekal Pertanyaan Saat Kontrol Kehamilan



Setiap kali berkonsultasi ke dokter, ibu hamil tentu akan mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi kehamilan. Ada beberapa pertanyaan favorit pada trimester pertama, antara lain; berapa usia kehamilan dan apakah sesuai? Bagaimana kondisi kehamilan maupun janin? Adakah kelainan atau tidak pada kehamilan dan janin? Selain itu tentunya setiap ibu hamil akan memiliki pertanyaan yang bersifat individual terkait dengan kondisi kehamilannya masing-masing.

Agar kunjungan ke dokter benar-benar bermanfaat, berbekallah pertanyaan yang lengkap. Ini dia daftar pertanyaannya.

Berapa usia kehamilan saya?
Biasanya dokter akan menentukan dari dua parameter. Pertama dari hari pertama haid terakhir, dan dari pemeriksaan USG. Dengan mengetahui, tanggal hari pertama haid terakhir (apalagi bila siklus haid ibu teratur), dokter dapat menentukan usia kehamilan dengan lebih tepat ketimbang ibu yang melupakan tanggal tersebut. Bagi ibu yang lupa, akan digunakan pemeriksaan USG. Semakin dini pemeriksaan USG dilakukan, hasil penentuan usia kehamilan yang didapat akan lebih akurat. Kalaupun meleset paling hanya dalam hitungan satu atau dua hari saja. Kepastian usia kehamilan ini akan kembali dikonfirmasi lewat pemeriksaan USG saat ibu melakukan kontrol berikutnya. Saat kontrol pertama ini pun umumnya perkiraan tanggal persalinan sudah dapat diprediksi.

Pemeriksaan apa saja yang harus saya lakukan?
Pemeriksaan darah amat dianjurkan di awal kehamilan, seperti periksa darah rutin (komponen HB, trombosit, lekosit dan hematokritnya). Hal ini untuk mengetahui status keadaan ibu pada awal kehamilan secara laboratorium, baik keadaan kurang darah (anemia) ataupun ada tidaknya infeksi mengingat umumnya sering terjadi infeksi saluran kencing pada kaum hawa. Akan lebih baik bila ibu telah melakukan pemeriksaan TORCH saat persiapan kehamilan (premarital check up).

Apakah kehamilan saya normal atau ada kelainan?
Dengan patokan dari usia kehamilan dan pemeriksaan USG, kemungkinan pertama yang harus muncul adalah adanya kantong kehamilan. Jika kantong ini tidak berkembang sesuai usia kehamilan dan tidak ditemukan janin di dalamnya berarti ada kelainan yang disebut telur kosong. Contoh lain di usia kehamilan 6-7 minggu, juga lewat pemeriksaan USG, organ fetus harus sudah bisa terlihat secara keseluruhan meski belum detail. Ketiadaan denyut jantung janin bisa berarti ada kematian hasil konsepsi.

Jika diketahui memiliki kista dengan diameter lebih dari 5 cm ibu umumnya akan diobservasi selama kehamilan. Jika kista membesar akan dilakukan operasi pengangkatan di awal trimester kedua (sekitar usia kehamilan 15-16 minggu). Kista yang dibiarkan dikhawatirkan akan membesar dan terpuntir sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Bila ada kelainan atau ketidaknormalan, pada saat pemeriksaan harus dipastikan apakah sifat ketidaknormalan atau kelainan tersebut mayor ataupun minor. Jika diprediksikan kondisi bakal memburuk (misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat) akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan.

Suplemen apakah yang harus dikonsumsi?
Dokter akan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi asam folat di usia tiga bulan pertama sebelum kehamilan atau paling tidak selama trimester awal. Tujuannya untuk mencegah terjadinya cacat bawaan pada janin (Neural Tube Defect).

Bolehkah berhubungan intim?
Dokter umumnya membolehkan sepanjang kehamilan tak memiliki keluhan.
Baca Bekal Pertanyaan Saat Kontrol Kehamilan Lebih Lengkap >>

Vegetarian Untuk Ibu Hamil



Apakah vegetarian bisa menunjang pertumbuhan bayi dengan optimal?

Seorang vegetarian menolak makan hewan beserta produk-produk olahannya, termasuk di dalamnya adalah tidak makan daging merah, daging putih, segala jenis hewan laut, susu dan telur. Ada juga yang masih mengonsumsi susu dan telur, yang disebut ovo-lakto vegetarian. Walaupun demikian, saat seseorang hamil, akan timbul kecemasan apakah kebutuhan pertumbuhan bayinya akan tercukupi dari sayur, serealia dan buah-buahan saja? Berikut ini beberapa tips untuk vegetarian yang sedang hamil.

Kebutuhan protein

Kebutuhan protein umumnya didapat dari sumber hewani, namun juga bisa digantikan oleh sumber nabati. Telur, serealia, polong-polongan dan kacang-kacangan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Protein dibutuhkan untuk sebagai pembentuk tubuh bayi, seperti otot, tulang dan juga jaringan-jaringan penyambungnya.

Zat besi dan kalsium

Selama kehamilan, wanita butuh asupan mineral yang sangat besar, utamanya zat besi dan kalsium. Kekurangan zat besi akan menyebabkan perkembangan janin yang tidak normal, sementara kekurangan kalsium akan memengaruhi pembentukan tulang pada janin. Untuk Anda yang tidak mengonsumsi susu dan telur, sayur bayam akan mencukupi kebutuhan zat besi Anda, dan kacang-kacangan akan memenuhi kebutuhan kalsium.

Saran medis untuk ibu hamil

Kecukupan mineral dan protein pada masa perkembangan janin sangatlah penting agar bayi Anda lahir dengan kondisi kesehatan yang normal dan baik. Untuk itu, konsultasikan pola vegetarian Anda dengan dokter kandungan dan ahli nutrisi. Anda bisa melakukan tes darah untuk mengetahui apakah Anda kekurangan vitamin dan mineral.

Menjadi vegetarian tidak hanya sekedar menghindari bahan hewani, tapi juga harus mengatur menu makan Anda agar kebutuhan tubuh tetap tercukupi. Jika tidak mampu memenuhi keragaman menu ini, Anda harus mengonsumsi berbagai suplemen untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan janin.
Baca Vegetarian Untuk Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

Sarapan dan Makan Lemak Tinggi Berpeluang Punya Anak Laki-laki



Apa yang sebaiknya dikonsumsi seorang perempuan di tahap awal kehamilannya agar bisa mempengaruhi jenis kelamin yang dikandung? Peneliti mengungkapkan melakukan sarapan pagi dan konsumsi lemak tinggi dapat meningkatkan peluang melahirkan anak laki-laki.

Ilmuwan mengklaim perempuan yang makan sarapan pagi dan lemak tinggi pada saat pembuahan lebih memungkinkan untuk mendapatkan anak laki-laki. Sementara itu konsumsi rendah lemak dan diet yang panjang lebih memungkinkan memiliki anak perempuan.

"Konsumsi kalori tinggi secara umum memungkinkan untuk melahirkan anak laki-laki, sedangkan konsumsi rendah kalori cenderung menghasilkan anak perempuan," ujar Dr Cheryl Rosenfeld dari University of Missouri, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (9/3/2010).

Peneliti menganalisis gen dalam plasenta tikus hamil (yang organnya sama seperti manusia) yang diberi makanan lemak atau karbohidrat tinggi dan tikus hamil yang diberi makanan rendah kalori. Ternyata masing-masing kelompok memiliki efek yang berbeda.

Hasil yang didapatkan adanya perubahan dalam hal jenis kelamin, janin perempuan lebih sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya dan ada beberapa gen yang dipengaruhi. Setelah 12 hari ditemukan perbedaan pada 2.000 gen termasuk gen yang terlibat dalam fungsi ginjal dan indera penciuman (bau).

Peneliti menyimpulkan bahwa ekspresi gen dalam plasenta tikus dibentuk oleh apa yang dikonsumsi ibunya. Studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengikuti studi dua tahun lalu yang menyatakan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi.

Hasilnya, ternyata didapatkan makanan berkalori tinggi dan sarapan yang teratur kemungkinan meningkatkan peluang melahirkan anak laki-laki.

Studi ini juga menunjukkan asupan kalori yang lebih tinggi selama waktu pembuahan dapat mengubah peluang memiliki anak laki-laki sebesar 10-11 dari setiap 20 kelahiran.

Meningkatnya peluang melahirkan anak laki-laki karena makanan yang dikonsumsi cenderung mengandung beragam nutrisi termasuk kalium, kalsium, vitamin C, E dan B12.
Baca Sarapan dan Makan Lemak Tinggi Berpeluang Punya Anak Laki-laki Lebih Lengkap >>

Omega-3, Modal Penting Kecerdasan Anak



Asam lemak omega-3 belakangan mendapat perhatian besar dari para ahli kesehatan. Zat gizi itu ternyata berperan vital dalam mendukung kesehatan serta mencegah munculnya penyakit degeneratif. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, peran omega-3 sejak dari janin dalam kandungan diperlukan pada proses tumbuh sel-sel otak dan kecerdasan anak.

Bicara soal kesehatan tubuh dan kecerdasan otak seseorang, tentu tidak terlepas dari awal pembentukan berbagai alat dan organ vital janin sejak dalam kandungan ibunya.

Ada dua masa kritis tumbuh kembang dengan masing-masing konsekuensinya terhadap janin dan kandungan. Masa kritis pertama berlangsung sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, periode embrio. Pada masa ini dimulailah pembentukan berbagai organ vital janin: sistem saraf pusat dan otak, jantung, pancaindera, alat kelamin, dan lain-lain. Bila terjadi gangguan pada masa ini, maka janin akan berisiko tinggi menderita gangguan morfologis pada berbagai alat vital bayi, saat lahir hingga dewasa.

Masa kritis kedua berlangsung sejak awal minggu ke-8 hingga saat kelahiran. Masa ini merupakan periode penyempurnaan proses tumbuh kembang organ tubuh yang telah dibentuk pada periode sebelumnya. Jika terjadi gangguan, maka janin berisiko menderita gejala kelainan fisiologis sejak lahir dan semakin parah saat dewasa nanti.

Kekurangan gizi merupakan salah satu gangguan yang acap kali terjadi dalam kandungan. Pada saat kritis tadi, janin sangat memerlukan beragam zat gizi guna mendukung proses tumbuh kembang yang optimal yakni kesehatan serta kecerdasannya.

Asam lemak otak
Asam lemak esensial serta omega-3 merupakan zat gizi yang harus terpenuhi kebutuhannya. Zat gizi berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel-sel neuron otak untuk bekal kecerdasan bayi yang dilahirkan. Asam lemak omega-3 juga berperan sebagai asam lemak otak. Asam lemak omega-3 ini turunan dari prekursor (pendahulu)-nya, yakni asam lemak esensial linoleat dan linolenat.

Asam lemak esensial tidak bisa dibentuk dalam tubuh dan harus dipasok langsung dari makanan. Kemudian prekursor itu masuk dalam proses elongate dan desaturate yang menghasilkan tiga bentuk asam lemak omega-3: LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat).

Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun.

Meskipun massa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, namun dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial tubuh ibunya.

Asam lemak esensial juga prekursor omega-3 DHA, EPA, ALA (alfa-linolenat), dan AA (asam arakhidonat). Omega-3 sebagian besar (lebih dari 60%) diperlukan sebagai unsur penyusun dinding sel neuron. Sedangkan sisa DHA lainnya diperlukan sebagai unsur pembentuk cawan untuk wadah rhodopsin, senyawa vital penginderaan dan pengiriman balik sinyal yang diterima mata ke otak.

Bila kekurangan asam lemak esensial, maka sel neuron akan menderita kekurangan energi untuk proses tumbuh kembangnya. Pembentukan dinding sel neuron terhambat karena kekurangan omega-3 DHA dan AA, sehingga sel tidak mampu menampung muatan komponen sel neuron normal. Yang diderita janin adalah sel neuron akan kehilangan pengorganisasian dan kemampuan koneksi normal di antara sel-selnya. Akibatnya, sel-sel neuron mengalami banyak kebocoran dan terjadilah perdarahan. Bisa juga terjadi inisiasi microthrombi dan ischemia lokal (stroke) serta sel-sel otak menjadi cepat mati dan tidak berfungsi.

Pada bayi prematur, banyak di antaranya berat badannya di bawah normal (2.500 g) dan ukuran otaknya lebih kecil dari rata-rata. Karena jumlah sel neuronnya juga sedikit, maka bayi bisa cacat, kualitasnya rendah serta proses tumbuh kembang sel otak tidak normal atau di bawah optimal.

Mencegah penyakit
Asam lemak omega-3 EPA dilaporkan berperan pula dalam mencegah penyakit degeneratif sejak janin dan pada saat dewasa. Pada saat janin dalam kandungan, EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Sementara pada saat dewasa ia berfungsi menyehatkan darah, mekanisme kerja pembuluhnya dan kerja kantung pengatur sirkulasinya. Sebab itu akibat kekurangan omega-3 EPA, bisa berisiko menderita penyakit pembuluh darah dan jantung.

Omega-3 EPA dan asam arakhidonat (berasal dari daging merah dan pangan nabati) merupakan unsur utama sintesa senyawa prostaglandin yang berperan dalam kesehatan sistem peredaran darah dari proses aterosklerosis, penyakit jantung, hipertensi, stroke, dll.

Dalam tubuh, omega-3 EPA bersaing dengan AA dalam menghasilkan metabolit prostaglandin dengan fungsi antagonis. Misalnya, metabolit prostaglandin dari EPA berfungsi mengencerkan darah, sedangkan metabolit dari AA mengentalkan, yang sangat diperlukan pada saat operasi atau luka berat. Metabolit EPA berfungsi, misalnya, melebarkan pembuluh darah, sementara metabolit AA menyempitkan.

Jadi, meskipun kerjanya antagonis, kedua metabolit itu bekerja sama menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Menurut dr. Fadilah Supari (1998), ahli penyakit jantung dari Fakultas Kedokteran UI, keseimbangan rasio EPA, DHA, dan AA dalam darah bayi, remaja, atau dewasa dapat dijadikan salah satu indikator untuk meramalkan risiko gangguan sistem pembuluh darah dan penyakit jantung di masa mendatang. Untuk itu perlu dilakukan upaya preventif sejak dini agar terhindar dari penyakit degeneratif ini. Pasokan makanan sumber omega-3 EPA, DHA, AA, dan alfa-linolenat harus dikonsumsi dalam jumlah rasio yang seimbang.

Bersikap positif
Sejak prakonsepsi atau sejak pasutri merencanakan ingin punya anak, peranan ibu sangat penting dalam menentukan kesehatan serta kecerdasan anak yang akan dilahirkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah aspek gizi, kesehatan, dan agama.

Menurut Prof. Darwin Karyadi (1998), dari aspek gizi, ada dua cara pemenuhan keperluan gizi ibu sejak prakonsepsi. Pertama dengan mengkonsumsi suplemen gizi (Fe, iodium, vitamin A, omega-3). Kedua dengan cara food based (pola dan kebiasaan makan).

Cara pertama dilakukan dalam keadaan darurat dan sifatnya sementara. Cara ini tidak dianjurkan untuk jangka waktu lama karena berisiko kelebihan dosis dan tidak ekonomis. Minyak ikan atau omega-3 memang bermanfaat tapi hendaknya jangan dikonsumsi berlebihan. Mudaratnya, bila dikonsumsi berlebihan, antara lain secara umum badan berbau minyak ikan, menimbulkan gangguan pencernaan, dan perdarahan pada saat luka, operasi, atau bila terserang mimisan akan lebih lama sembuhnya karena proses penggumpalan darah lamban.

Dalam proses metabolisme, omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol pada penderita hiperlipidemia. Atau bisa juga meningkatkan kalori tubuh dengan akibat berat badan bertambah. Sel-sel tubuh yang mengandung terlalu banyak omega-3 akan lebih mudah teroksidasi oleh radikal bebas. Untuk menjaga sel dari oksidasi diperlukan vitamin E sehingga kelebihan omega-3 malah dapat berakibat defisiensi vitamin E.

Selain itu, kelebihan minyak ikan juga dapat mengakibatkan keracunan vitamin A dan D karena minyak ikan mengandung kedua vitamin itu, terutama kalau diekstrak dari hati ikan. Hati ikan juga merupakan tempat menumpuknya zat-zat beracun, apalagi kalau lingkungan laut tempat ikan itu hidup tercemar logam beracun. Bila minyak ikan sampai tercemar peptisida dalam proses pengolahannya, tentu tidak akan memenuhi prosedur kesehatan dan higienis.

Bila dibandingkan dengan ikan segar, harga minyak ikan pasti lebih mahal karena konsumen dibebani ongkos produksi dan pemasaran yang tinggi. Sebab itu pemakaian ekstrak minyak ikan harus dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Jadi, cara yang lebih baik, aman, ekonomis, dan efektif sebenarnya dengan mengandalkan makanan konsumsi sehari-hari saja (food based). Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3 terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, cod, rumput laut, ganggang laut, dll. Sedangkan pangan lainnya antara lain minyak nabati dan sayuran hijau.

Keuntungan cara alami ini, konsumsi tidak hanya berisi asam lemak esensial dan omega-3, tetapi juga zat gizi lainnya yang juga berperan vital untuk kesehatan dan kecerdasan otak janin.

Perbaikan kesehatan ibu memang harus dilakukan sejak prakonsepsi, selama hamil dan terhadap anak balitanya termasuk imunisasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Hal ini sangat membantu kesempurnaan tumbuh kembang janin dan anak balita. Sekaligus sebagai upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit yang membahayakan tumbuh kembang anak seperti polio, campak, tetanus, difteri, dan hepatitis.
Baca Omega-3, Modal Penting Kecerdasan Anak Lebih Lengkap >>

Penuhi Rumus "3J" Sejak Prakehamilan

 

Pola makan sehat seharusnya memenuhi rumus "3J", yakni jumlah, jenis, dan jadwal. Pola ini menjadi acuan penting bagi setiap orang, terutama perempuan yang menyiapkan kehamilan.

Dokter spesialis gizi klinis, dr Inge Permadhi, MS, SpGK, menegaskan, asupan nutrisi seimbang dibutuhkan perempuan pada masa prakehamilan. Pola makan sehat perlu diterapkan setiap hari. Karena dengan terpenuhinya zat gizi seimbang, perempuan memiliki cadangan nutrisi yang cukup saat hamil dan melahirkan. Pola makan sehat dengan prinsip 3J wajib dijalankan perempuan sebelum menikah, saat menikah, terutama ketika merencanakan kehamilan.

"3J harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari perempuan. Jadi tidak ada batasan waktu kapan sebaiknya perempuan yang merencanakan kehamilan mulai memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik untuk kehamilan. Karena pola makan sehat dengan prinsip 3J semestinya telah menjadi bagian dari kehidupan perempuan," jelasnya, di sela acara Nutritalk Sari Husada di HongKong Cafe, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Lebih lanjut, dr Inge memaparkan prinsip 3J yang diciptakan oleh dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinis yang berpraktek di Semanggi Specialist Clinic.

Jumlah
Jumlah nutrisi harus seimbang. Artinya kalori masuk seimbang dengan kalori yang keluar. Kebutuhan kalori perempuan berbeda dengan laki-laki. Selain faktor jenis kelamin, kebutuhan kalori juga dibedakan karena usia, berat dan tinggi badan, serta kondisi khusus karena kehamilan misalnya.

Secara umum, kebutuhan kalori basal per hari untuk perempuan adalah berat badan ideal dikalikan dengan 25 kkal. Sedangkan untuk laki-laki, berat badan ideal dikalikan dengan 30 kkal. Jumlah yang dihasilkan adalah kebutuhan kalori basal harian seseorang. Jumlah inilah yang harus dipenuhi. Namun, pastikan asupan kalori seimbang memenuhi jenis nutrisi.

Jenis
Komposisi zat gizi harus seimbang dari segi jenisnya. Dalam piramida makanan, lanjut dr Inge, kebutuhan asupan terbanyak adalah padi-padian, sayur dan buah, lalu protein, dan pada posisi teratas dalam piramida makanan adalah lemak dan gula.

"Asupan gula harusnya hanya lima persen dari total kalori. Asupan gula sebenarnya gula untuk dicampurkan dalam makanan saja," jelasnya.

Komposisi nutrisi seimbang yang harus dipenuhi setiap hari adalah 55-60 persen karbohidrat, 30 persen lemak, dan 15 persen protein. Untuk kebutuhan serat setiap harinya adalah 25-30 gram. Kebutuhan serat ini sama dengan 8-15 buah apel setiap harinya. Namun sebaiknya asup lima porsi buah setiap harinya, berbeda jenis dan warna.

"Sebagai contoh, jika mengasup satu apel dengan dikupas kulitnya, ini memenuhi kebutuhan serat dua gram saja. Jika dengan kulitnya, terpenuhi empat gram serat. Sebaiknya cuci buah apel dengan baik jika dimakan dengan kulitnya. Cuci buah dengan sabun buah dan air hangat, sambil digosok-gosok, lalu bilas dengan air mengalir," jelas dr Inge.

Jadwal
Sebelum hamil, perempuan disarankan memiliki berat badan ideal, tak terlalu gemuk atau tak terlalu kurus. Namun hal ini bukan menjadi alasan bagi perempuan untuk diet tak sehat. Lakukan diet sehat dengan tetap memerhatikan prinsip 3J. Artinya, jadwal makan juga harus tetap mengikuti kaidah normal.

Jadwal makan sesuai pola makan sehat adalah tiga kali makan besar dan tiga kali camilan. Saat melakukan diet sehat, perempuan juga tetap wajib mengikuti jadwal ini. Karena dengan melewatkan satu jadwal makan, justru diet akan gagal. "Satu jadwal makan dilewatkan, akibatnya justru akan makan berlebihan di jadwal makan berikutnya," jelas dr Inge.

Jadwal makan yang harus ditepati, dengan porsi tepat, adalah sarapan pukul 06.00 - 07.00 dengan porsi 20 persen, lalu selingi camilan dengan porsi 10 persen pada pukul 10.00. Lanjutkan makan siang, porsi 30 persen pada pukul 12.00 - 13.00, lalu camilan kedua dengan porsi 10 persen pada pukul 15.00. Kemudian makan malam, porsinya 20 persen pukul 18.00 - 19.00. Akhiri jadwal makan harian dengan camilan, porsinya 10 persen pada pukul 22.00.

Nah, pada kondisi khusus seperti kehamilan, asupan nutrisi perlu ditambah. Dr Inge menjelaskan, pada trimester pertama, ibu hamil (bumil) butuh menambah 180 kkal per hari. Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, asupan kalori perlu ditambah 300 kkal.

Bumil juga perlu menambah asupan protein, 17 gr per harinya. "Tambahan asupan kalori untuk ibu hamil bisa didapatkan dari susu, sekitar 250 kkal," lanjutnya.

Meski kebutuhan kalori bertambah, bumil tetap harus menjaga berat badannya. Pada trimester pertama, penambahan berat badan sebaiknya 1-2 kg, sedangkan trimester kedua, 3-4 kg, dan trimester ketiga 5-7 kg. "Total penambahan berat badan selama masa kehamilan 11,5-16 kg," kata dr Inge.

Namun jika kondisi sejak awal kehamilan sudah overweight, sebaiknya kenaikan berat badan ibu hamil berada dalam kisaran 7-11,5 kg. Sementara bagi bumil yang kurang gizi, berat badannya boleh naik hingga 12,5 - 18 kg saat hamil.
Baca Penuhi Rumus "3J" Sejak Prakehamilan Lebih Lengkap >>

Suplemen Andalan agar Cepat Hamil


Mengonsumsi suplemen ternyata tidak hanya penting pada saat Anda sedang hamil. Pada saat akan berencana punya anak pun Anda sudah perlu minum suplemen yang tepat. Apalagi jika kondisi Anda telah lama berusaha memiliki anak dan belum juga berhasil. Para pakar pengobatan alami memberikan beberapa saran jenis suplemen yang dapat membantu Anda cepat hamil. Ketahui jenisnya dan juga sumber alaminya.

Magnesium
Mineral yang satu ini dapat menjaga area tuba falopii tetap sehat sehingga perjalanan sperma untuk bertemu dengan sel telur menjadi lebih lancar. Apabila Anda menjalani program bayi tabung, kondisi tuba falopii yang prima dapat meningkatkan keberhasilan program. Carolyn Dean, MD, ND, salah satu penulis The Yeast Connection and Women's Health, menyarankan mengonsumsi magnesium sekitar 750 miligram (mg) per hari. Mineral ini dapat diperoleh secara alami pada rumput laut, kakao, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Minyak ikan

Ahli nutrisi holistik, Sally Kravich, MS, CNHP, merekomendasikan minyak ikan (dengan tambahan 800 mg EPA dan 500 mg DHA per hari) untuk menyeimbangkan hormon dan merangsang pertumbuhan otak bayi yang sehat.

Asam folat
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, wanita yang mengonsumsi asam folat dalam dosis yang direkomendasikan sejak satu bulan sebelum hamil dan selama trimester pertama kehamilan dapat mengurangi risiko neural tube defects (NTD) pada bayinya hingga 50-70 persen. Asam folat terdapat dalam sayur-sayuran berwarna hijau tua, seperti bayam, buah-buahan keluarga jeruk, kacang-kacangan, dan asparagus. Anda juga bisa mendapatkannya melalui suplemen khusus.
Baca Suplemen Andalan agar Cepat Hamil Lebih Lengkap >>

Jarang Kemasukan Sperma, Wanita Berisiko Hamil Preeklampsia


Preeklampsia menduduki peringkat kedua penyebab kematian ibu melahirkan di Indonesia. Dan salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah jarang terpapar sperma.

Preeklampsia atau toksemia adalah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) pada kehamilan yang disertai adanya protein di urine setelah kehamilan 20 minggu (5 bulan). Preeklampsia yang disertai kejang disebut eklampsia.

"Salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil adalah jarangnya terpapar sperma," jelas Dr Med Damar Prasmusinto, SpOG (K), dari Divisi Fetometernal Departemen Obstetri Ginekologi FKUI/RSCM, dalam acara Seminar 4th Emergency Fair and Festival 2010 di Auditorium FKUI, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Menurut Dr Damar, maksud dari jarang terpapar sperma disini adalah pasangan yang pada awal pernikahan memutuskan untuk kontrasepsi barrier (menggunakan kondom), pertama kali menjadi ayah dan sperma berasal dari orang lain (donor insemnasi).

"Hal ini disebabkan karena faktor imunologi. Jadi ada ketidaksesuain antara gen ibu dan ayah, sehingga ketika si ibu hamil terjadi penolakan gen ayah. Inilah yang menjadi faktor risikonya," jelas Dr Damar lebih lanjut.

Dr Damar menjelaskan, pada saat plasenta masih berada di rahim maka terjadi pembentukan pembuluh darah baru. Pada ibu hamil dengan tekanan darah normal, maka pembuluh darah akan lebar.

Namun, ketika terjadi penolakan gen, maka pembuluh darah baru tersebut akan sempit dan tekanannya menjadi tinggi.

Tekanan yang tinggi ini menyebabkan kerusakan endotel (dinding pembuluh darah), yang akhirnya tidak hanya menyebabkan tekanan darah tinggi di plasenta, tetapi juga pada pembuluh darah di seluruh tubuh yang menyebabkan hipertensi.

Selain jarang terpapar sperma, faktor risiko yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

1. Kehamilan pertama
2. Pernah terjadi preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
3. Kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya
4. Usia saat hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
5. Terlahir dengan pertumbuhan janin terhambat
6. Riwayat preeklampsia di keluarga (khususnya ibu atau saudara perempuan)
7. Indeks massa tubuh diatas 35
8. Sebelum hamil pernah mengalami hipertensi kronis, migrain, diabetes, penyakit
9. ginjal, maupun rheumatoid arthritis.
10. Kehamilan kembar
11. Donasi sel telur
12. Infeksi saluran kemih
13. Kelainan janin


Menurut Dr Damar, tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat berdampak bagi ibu dan anak, yaitu:

Pada ibu

1. Jangka pendek menyebabkan sindrom HELLP (adanya hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar), edema pulmonium dan eklampsia.
2. Jangka panjang menyebabkan penyakit kardiovaskular, gagal ginjal kronik dan Dibetes Mellitus tipe 2.


Pada bayi

1. Cerebral palsy
2. Dibetes Mellitus tipe 2
3. Penyakit kardiovaskular
4. Obesitas
5. PCO (Polycistic Ovarium)
6. Teratozoospermia (bentuk sperma tidak normal)


Selain faktor imunologi, kehamilan preeklampsia juga disebabkan karena faktor genetik (keturunan) dan pendarahan, sehingga besar kemungkinan kondisi ini menurun di dalam keluarga.

Tapi untuk mencegahnya, ada beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum dan saat kehamilan, yaitu mengoptimalkan status nutrisi, antara lain:

1. Multivitamin dan mineral, protein dan karbohidrat bervariasi
2. Atasi infeksi seperti sakit gigi, infeksi saluran kemih dan keputihan.
3. Upayakan berat badan ideal
4. Olahraga teratur
Baca Jarang Kemasukan Sperma, Wanita Berisiko Hamil Preeklampsia Lebih Lengkap >>

Suplemen Preeklampsia Bantu Cegah Penyakit Ibu Hamil


Ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami preeklamsia biasanya akan diberikan sebuah suplemen untuk dikonsumsi. Studi menemukan bahwa suplemen ini ternyata juga bisa melindungi ibu hamil dari penyakit.

Dalam British Medical Journal peneliti mengungkapkan bahwa adanya asam amino dan vitamin antioksidan di dalam suplemen ini bisa membantu memerangi terjadinya tekanan darah tinggi yang tidak normal selama kehamilan.

Preeklampsia merupakan suatu kondisi serius yang mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi abnormal dan masalah lainnya yang bisa berkembang selama kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 10 persen dari keseluruhan kehamilan pertama serta bisa berbahaya bagi ibu dan anak.

Terjadinya preeklampsia dianggap terkait dengan masalah kekurangan asam amino L-arginine, yaitu suatu asam amino yang membantu menjaga aliran darah agar tetap sehat.

Studi ini dilakukan oleh peneliti di Meksiko dan Amerika Serikat dengan melibatkan lebih dari 600 ibu hamil. Dan diketahui kelompok ibu hamil yang mengonsumsi suplemen dengan L-arginin dan antioksidan secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengalami preeklampsia dibanding dengan kelompok ibu hamil yang hanya mengonsumsi salah satu atau tidak sama sekali.

Hasil ini menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen yang memiliki biaya relatif rendah mungkin bisa mengurangi risiko preeklampsia dan kelahiran prematur yang terkait dengan kondisi ini.

"Ini adalah titik awal untuk melihat preeklampsia dan risiko kesehatan yang signifikan sehingga menjadi hal penting untuk diselesaikan, tapi masih harus diteliti lebih lanjut untuk melihat efek samping dari suplemen," ujar Gail Johnson, guru kebidanan di Royal College of Midwives, seperti dikutip dari BBCNews, Jumat (20/5/2011).

Dalam studi sebelumnya telah dilakukan pengujian terhadap L-arginine dan vitamin secara terpisah dan menunjukkan efek yang kecil, sehingga hasil studi ini menarik karena setelah dikombinasikan tampaknya memiliki pengaruh yang besar dalam mencegah preeklampsia dan penyakit
yang terkait.
Baca Suplemen Preeklampsia Bantu Cegah Penyakit Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

Ibu Hamil Makan Steak Cenderung Mendapatkan Bayi Berkarakter Tenang


Vitamin B12 yang didapatkan dari steak, telur, dan ayam perlu diasup saat kehamilan. Pasalnya, asupan vitamin pada makanan ini bisa membantu ibu mendapatkan bayi berkarakter tenang atau tidak rewel.

Penelitian menunjukkan perempuan yang mengasup vitamin B12 pada masa awal kehamilan, cenderung tiga kali lebih berpontensi mendapatkan bayi yang tenang. Sementara calon ibu yang minim asupan vitamin B12 cenderung memiliki bayi yang lebih sering menangis, setidaknya setiap tiga jam per hari.

Penelitian terkini yang dilakukan ilmuwan Belanda melibatkan lebih dari 4.000 perempuan pada kehamilan usia 12 minggu. Penelitian ini mencoba melihat level kandungan vitamin B12 dalam darah perempuan hamil. Kemudian, para peneliti membandingkan hasilnya dengan kuesioner yang diisi perempuan tiga bulan setelah bayi mereka lahir. Hasilnya, sekitar lima persen perempuan yang memiliki level vitamin B12 rendah cenderung mengeluhkan bayi mereka yang sering menangis. Sedangkan, satu persen perempuan dengan level vitamin B12 lebih tinggi mengaku bayi mereka lebih jarang menangis.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Early Human Development ini menunjukkan bahwa level B12 pada kehamilan punya pengaruh tinggi terhadap perilaku bayi. Faktor lain nyatanya tak terlalu memengaruhi seperti usia ibu saat hamil, latar belakang sosial, kebiasaan merokok, dan pendidikan. Para peneliti meyakini kekurangan vitamin B12 berpengaruh terhadap perkembangan sel saraf di otak. Minimnya asupan vitamin B12 saat kehamilan juga meningkatkan sifat lekas marah pada bayi. Siklus tidur alami pada bayi juga terganggu akibat minimnya asupan vitamin B12 saat kehamilan. Level vitamin B12 yang rendah mencegah pelepasan hormon melatonin (hormon tidur).

Meski vitamin B12 bermanfaat bagi ibu hamil, namun pakar nutrisi memeringatkan sejumlah sumber makanan dengan kandungan vitamin ini juga menimbulkan risiko pada perempuan hamil. Sumber makanan mengandung vitamin B12 seperti hati, telur mentah, keju, dan kerang, sebaiknya dihindari bumil.

Vitamin B12 yang aman dikonsumsi bumil di antaranya daging merah, ayam, dan produk susu. Makanan ini punya peran penting dalam pertumbuhan otak dan sistem saraf pada janin dan bermanfaat baik bagi darah. Kekurangan vitamin B12 yang kerapkali dialami vegetarian menyebabkan sejumlah kondisi seperti anemia, keletihan, penurunan berat badan, dan konstipasi.
Baca Ibu Hamil Makan Steak Cenderung Mendapatkan Bayi Berkarakter Tenang Lebih Lengkap >>

Bahayakah Ibu Hamil Defisiensi G6PD?


G6PD, Moms mungkin bertanya-tanya saat membacanya. Memang istilah ini belum terlalu familiar. G6PD merupakan kepanjangan dari Glucose 6 Phosphate Dehydrogenase (G6PD).

G6PD termasuk salah satu enzim yang berperan membantu tubuh untuk membentuk karbohidrat dan mengubahnya menjadi energi.

G6PD Lindungi Sel Darah Merah

"G6PD juga berfungsi melindungi sel darah merah dari bahan-bahan yang mungkin dapat membahayakan jika seseorang mengonsumsi obat-obat tertentu atau ketika tubuh terkena infeksi," jelas dr Putri Mirani SpOG, Staf Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan.

Defisiensi G6PD sendiri adalah suatu keadaan dimana tubuh tidak memiliki cukup enzim G6PD yang dapat membantu sel darah merah berfungsi normal. Terdapat lebih dari 300 varian genetik dari defisiensi G6PD yang dikelompokkan menurut aktivitas enzimnya. Dua varian terbanyak adalah G6PD A yang gejalanya lebih ringan dan G6PD B (G6PD Mediterranean) yang derajatnya lebih berat.

G6PD dan Anemia

Karena G6PD berfungsi melindungi sel darah merah, lantas bagaimana jika G6PD ini mengalami defisiensi alias jumlahnya tidak cukup untuk membantu sel darah merah berfungsi normal?

"Defisiensi G6PD merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia hemolitik yaitu anemia atau kekurangan sel darah merah yang terjadi karena proses hemolisis atau penghancuran sel darah merah yang abnormal," tambah dokter yang berpraktek di RS Bunda Palembang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Palembang, 7 Maret 1978 ini menerangkan bahwa di dunia terdapat lebih kurang 400 juta penderita defisiensi G6PD dan pada ibu hamil relatif jarang mengalami gangguan yang berat karena defisiensi G6PD.

"Aktivitas G6PD menurun pada sepertiga bumil trimester ketiga sehingga menyebabkan peningkatan risiko terjadinya episode hemolisis (proses penghancuran atau pemecahan sel darah merah) serta dua pertiga bumil dengan defisiensi G6PD memiliki kadar hematokrit (Ht) kurang dari 30 persen," terangnya.

Hematokrit adalah proporsi dari volume darah yang ditempati oleh sel darah merah atau persentase volume sel darah merah di dalam darah. Jika Ht < 30 persen, menunjukkan volume sel darah merah di dalam darah berkurang yang pada G6PD berhubungan dengan adanya proses hemolisis yang kemudian menyebabkan anemia.

Kenali Gejala G6PD

Menurut Putri, sebagian besar individu dengan defisiensi G6PD tidak menunjukkan gejala (asimptomatik). Gejala yang lebih berat terjadi biasanya berhubungan dengan keadaan anemia hemolitik antara lain tampak pucat, kekuningan pada kulit dan sclera (bagian putih) mata, urin berwarna gelap seperti teh tua, mudah merasa lelah, sesak napas, peningkatan denyut jantung serta pembesaran limpa (splenomegali). Bahkan pada kasus yang sangat berat dapat terjadi gagal ginjal akut.

"Pada bumil defisiensi G6PD dapat menyebabkan terjadinya keguguran berulang dan anemia hemolitik dalam kehamilan sedangkan pada janin, defisiensi G6PD dapat meningkatkan insiden berat badan lahir rendah (BBLR), hemolisis, hidrops fetalis (kelainan pada janin dimana terjadi penimbunan cairan pada minimal dua rongga tubuhnya dan terdapatnya antibodi terhadap sel darah merah dalam tubuh ibu) serta kematian janin," tandas Putri.

Karena defisiensi G6PD ini diturunkan melalui gen dari salah satu atau kedua orangtua kepada anaknya, maka bayi laki-laki yang lahir dari ibu carrier lebih sering mengalami hiperbilirubinemia neonatal yaitu suatu keadaan kekuningan pada kulit dan jaringan tubuh lain pada bayi baru lahir yang disebabkan tingginya kadar bilirubin di dalam darah bayi tersebut.

Beberapa keadaan yang dapat memicu defisiensi G6PD adalah penyakit infeksi baik bakteri maupun virus, obat-obat tertentu (penghilang rasa sakit dan penurun panas, antibiotik golongan sulfonamide, obat antimalaria tertentu), bahan kimia tertentu dan makanan tertentu seperti kacang fava (broad beans).

Monitoring Anemia dalam Kehamilan

Pada kasus ringan biasanya defisiensi G6PD tidak memerlukan penanganan khusus. Mengatasi keadaan-keadaan yang dapat memicu defisiensi G6PD dapat segera menghilangkan keluhan dan gejala yang ada. Umumnya gejala dapat menghilang relatif cepat, biasanya dalam beberapa pekan.

Pada keadaan anemia ringan di mana tubuh masih dapat membentuk sel darah merah yang baru, anemia biasanya dapat teratasi dengan sendirinya. Pada kasus anemia yang lebih berat kemungkinan perlu dilakukan transfusi darah.

Pada wanita hamil perlu dilakukan monitor terhadap anemia dalam kehamilan guna menghindari stress oksidatif (keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibatnya intesitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak) dan dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat.

Selain itu, bumil juga perlu mengurangi atau menghindari makanan, obat-obat serta bahan kimia yang dapat berbahaya pada penderita defisiensi G6PD, antara lain obat anti malaria (primaquine, pamaquine, chloroquine); sulfonamide (sulfanilamide, sulfametoxazole, mefenide); thiazolesulfone, methylene blue, naphtalene; analgetik (aspirin, phenazopyridine, acetanilide); antibiotika non-sulfa (asam nalidiksat, nitrofurantoin, isoniazid furazolidone).
Baca Bahayakah Ibu Hamil Defisiensi G6PD? Lebih Lengkap >>

Haruskah Berdiet Saat Hamil?


Beberapa wanita yang memiliki berat badan berlebih mungkin akan menjadi panik ketika mereka mengetahui saat mereka hamil karena mereka akan mengalami penambahan berat badan. Mereka akan menjadi amat khawatir dan berfikir bahwa mereka harus melakukan diet selama masa kehamilan. Walaupun ada beberapa cara untuk membatasi kalori sehingga Anda dapat berhati-hati untuk menjaga berat badan Anda, hampir semua wanita seharusnya tidak berada dalam program pengurangan berat badan selama kehamilan. Hal ini akan menjadi amat membahayakan kepada bayi dan dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Diet selama masa kehamilan

menyebabkan ibu dan bayinya kehilangan nutrisi berharga yang dibutuhkan. Bayi dapat dianggap sebagai parasit dari cara mengambil apa yang diperlukan dari ibunya dan sang ibu dapat menderita karenanya. Karena itu porsi makanan dengan kalori yang cukup amatlah dibutuhkan. Jika bayi tidak mendapatkan apa yang ia perlukan, maka bayi tidak akan berkembang dengan baik. Sang Ibu dapat mengalami sakit jika sang bayi mengambil semua yang diperlukan dari ibunya, dan jika sang ibu tidak makan dengan cukup baik, maka sang ibu juga dapat menderita sakit. Mengurangi berat badan dengan diet bukanlah sebuah ide yang baik.

Wanita hamil dapat mengawasi kalori yang dikonsumsinya tanpa harus melakukan diet selama kehamilan. Anda dapat bertanya kepada dokter anda mengenai jumlah kalori yang harus didapatkan tiap harinya, serta sumber mendapatkan kalori melalui cara yang sehat. Segala sesuatu yang berkekurangan amatlah berbahaya. Himbauan yang diberikan dokter seharusnya meyakinkan bahwa anda dan bayi anda mendapatkan apa yang dibutuhkan tanpa menambah berat badan secara drastis. Jangan khawatir tentang berat badan anda, anda dapat menguranginya setelah proses kelahiran. Hal ini merupakan cara yang mudah dan tidak beresiko.

Beberapa wanita secara alami berkurang berat badannya tanpa melakukan diet selama kehamilan. Beberapa wanita akan menderita sakit pada bulan awal kehamilan dan mengalami penurunan berat badan. Hal ini tentu tidak dapat dilihat sebagai kekurangan kalori. Jika anda mengalami sakit dan mengalami penurunan berat badan beberapa pon, hal ini bukanlah sebuah masalah yang besar, tetapi anda tidak seharunya melakukan apapun untuk mengurangi berat badan Jika anda merasa sangat sakit sehingga berat badan anda turun secara drastis, hubungi dokter anda sesegera mungkin karena anda akan membutuhkan pengobatan untuk membantu anda merasa lebih baik. Kesehatan anda dan bayi anda akan berada dalam bahaya jika anda tidak melakukan sesuatu.

Ada beberapa kasus yang jarang terjadi dimana diet selama masa kehamilan dianjurkan, tetapi jangan pernah melakukannya tanpa anjuran dokter. Mereka yang memiliki porsi makan besar dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, namun ini tidak dapat disebut dengan diet, namun hanya merancang pola makan yang sehat untuk ibu dan sang bayi. Beberapa wanita mengalami penurunan berat badan saat mereka menyusui, semua tanpa melakukan diet, jadi pertimbangkanlah untuk menyusui atau memberi susu botol. Anda harus tetap menjaga jumlah kalori di dalam tubuh anda untuk memastikan jumlah susu anda cukup, namun anda akan lebih mudah membakar banyak kalori dibandingkan mengkonsumsinya.
Baca Haruskah Berdiet Saat Hamil? Lebih Lengkap >>

Penting Diasup Ibu Hamil di Trimester Pertama


Ibu hamil butuh asupan yang perlu perhatian lebih. Apa yang dimakan oleh ibu hamil tak hanya akan berpengaruh terhadap bentuk tubuhnya sekarang dan nanti usai melahirkan, tetapi juga akan berpengaruh terhadap kesehatannya serta si jabang bayi. Konsep makan untuk dua orang tidak benar sepenuhnya, karena jumlah asupannya tidak lalu bisa diartikan untuk 2 orang, tetapi nutrisi yang diperlukanlah yang penting untuk diperhitungkan. Apa saja  yang harus diasup para ibu di trimester pertama? Berikut saran Erika Lenkert, kontributor media-media gaya hidup, seperti In Style, ivillage.com, dan lainnya dalam bukunya, The Real Deal: Guide to Pregnancy.

Asam folat
Adalah salah satu zat yang penting diasup. Vitamin B ini penting untuk perkembangan saraf janin. Kekurangan hal ini bisa mengakibatkan masalah pada perkembangan saraf yang bisa mengakibatkan masalah pada saat kelahiran. Anda bisa mendapatkan asam folat dari sayuran berdaun hijau, buah sitrus, kacang-kacangan, sereal, dan gandum utuh.

Magnesium
Penting untuk perkembangan organ serta tulang dan jaringan tubuh si ibu. Zat ini juga dibutuhkan untuk mencegah kelahiran dini yang mengalami kontraksi dini. Kekurangan zat ini bisa menyebabkan masalah pada ginjal. Jadi, perbanyak asupan seperti roti gandum, sereal, brokoli, bayam, kacang-kacangan, kedelai, dan biji-bijian.

Potasium
Mineral ini dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, mendorong kemampuan metabolisme tubuh, dan membantu transisi impuls saraf. Wanita yang bermasalah dengan "morning sickness" sebaiknya memperbanyak asupan zat ini. Potasium ada dalam pisang, stroberi, semangka, jeruk, kismis, aprikot, kurma, bit, bayam, kacang polong, tomat, kacang-kacangan, kalkun, dan daging sapi.

Vitamin A
Seperti diketahui, vitamin A dibutuhkan untuk kesehatan mata, begitu pun untuk bayi, yang butuh vitamin ini untuk perkembangan mata, telinga, tangan, dan membran perkembangannya, serta dibutuhkan sang ibu untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak usai melahirkan. Tetapi hati-hati, terlalu banyak pun tak baik karena bisa mengganggu fungsi liver, tetapi berlebihan vitamin A bisa terjadi jika Anda mengasupnya dalam bentuk suplemen, obat-obatan, krim yang mengandung Retin-A. Sebaiknya konsumsi dalam bentuk alami, yang ada di dalam ikan, daging, sereal yang diperkaya vitamin A, buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin A.

Vitamin B6

Vitamin ini diketahui efektif untuk terapi mengatasi mual pada ibu-ibu yang menjalani kehamilan di trimester pertama. Namun, yang lebih penting, vitamin ini membantu memetabolisasi protein, membantu produksi antibodi dan sel darah, serta bagus untuk perkembangan otak serta sistem saraf si bayi dalam kandungan. Ada dalam alpukat, pisang, semangka, kentang, gandum, daging sapi, daging unggas, dan nasi merah.

Zat besi
Zat ini penting untuk sintesis DNA, yang dibutuhkan untuk membangun sistem imun tubuh, bisa didapat dari vitamin prenatal. Bisa pula didapatkan dari makanan daging merah, daging unggas, kacang-kacangan, gandum utuh, sereal yang diperkaya zinc, labu, dan biji bunga matahari. Mengkonsumsi susu bisa membantu penyerapan zat besi.

Tentunya, tak hanya ini makanan yang dibutuhkan ibu hamil, masih banyak nutrisi dan zat-zat lain, tetapi yang di atas ini adalah yang lebih banyak digunakan dalam perkembangan kehamilan trimester pertama. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan yang menangani kehamilan Anda mengenai makanan-makanan yang akan dan penting untuk Anda asup saat hamil.
Baca Penting Diasup Ibu Hamil di Trimester Pertama Lebih Lengkap >>