Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan Kesehatan Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan Kesehatan Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Minuman Soda Memicu Kelahiran Prematur?



Saat hamil, kita pasti diberi sejumlah daftar makanan yang harus dipantang. Yang paling populer (untuk dilarang) pastilah durian, nenas, makanan pedas, kopi, minuman bersoda, juga daging kambing. Ada pula yang mengatakan, konsumsi kopi atau teh masih diperbolehkan asalkan dibatasi.

Namun, penemuan terbaru mungkin akan mengubah rekomendasi mengenai berapa banyak minuman tersebut, khususnya soda, yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Menurut studi yang melibatkan 60.000 ibu hamil di Denmark, mengonsumsi soft drink yang mengandung pemanis buatan dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur. Penemuan ini didapatkan setelah mengamati pola makan ibu hamil sejak usia kehamilan 25 minggu. Dari pengamatan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa 5 persen perempuan harus menjalani persalinan prematur pada usia kehamilan 37 minggu, bahkan bisa lebih awal.

Uraian mengenai ibu hamil yang melahirkan lebih cepat dan berapa banyak diet soda yang mereka konsumsi tampaknya cukup mengejutkan. Jika ibu hamil tersebut minum satu minuman bersoda dengan pemanis buatan dalam sehari, kecenderungan persalinan prematur akan terjadi sebesar 38 persen daripada mereka yang tidak meminum diet soda sama sekali selama kehamilan. Sementara itu, mereka yang minum empat diet soda atau lebih dalam sehari kecenderungan melahirkan bayi prematur meningkat jadi 80 persen.

Fakta ini cukup mengkhawatirkan, tetapi penelitian ini juga dipandang sedikit kontroversial. Bayangkan bila satu (atau empat) konsumsi minuman berkola setiap hari ternyata bisa memengaruhi peluang bayi di dalam kandungan untuk berkembang sepenuhnya. Sebagian menyatakan bahwa penemuan ini masih perlu penelitian lebih lanjut, mengenai bagaimana faktor-faktor obesitas berkaitan dengan konsumsi soda tersebut selama kehamilan. Kemudian, bagaimana perbandingannya dengan risiko yang lebih umum dalam melahirkan bayi prematur.

Nah, menurut para peneliti dari studi ini, pemanisnyalah yang perlu disalahkan, bukan sodanya. Ada bukti tidak langsung yang menghubungkan aspartam (kandungan dalam pemanis buatan) dengan kelahiran prematur pada binatang. Peneliti juga tidak menyebutkan merek pemanis tertentu dan sepakat bahwa mungkin ada faktor-faktor lain yang memengaruhi.

Sekadar informasi, dalam label kemasan makanan atau  minuman, pemanis buatan punya nama lain, seperti saccharin, sucralose, acesulfame K, dan aspartame. Sumber lain, meskipun belum didukung bukti ilmiah, mengatakan bahwa aspartam bisa meningkatkan risiko kanker, juga gejala alzheimer, lupus, multiple sclerosis, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Food and Drug Administration (FDA) juga menyatakan bahwa orang yang sensitif dengan senyawa dalam aspartam juga akan mengalami sakit kepala dan kelelahan jika mengonsumsinya.

Meskipun ada hal-hal yang belum terbukti secara ilmiah, tidak ada salahnya ibu hamil mempertimbangkan hasil penelitian ini. Akan lebih baik apabila Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, bagaimana bahan-bahan di dalam minuman soda yang membuatnya terasa manis itu bisa memengaruhi kesehatan janin dan kesehatan Anda.
Baca Minuman Soda Memicu Kelahiran Prematur? Lebih Lengkap >>

4 Risiko Minum Soda Saat Hamil



Kala hamil, ibu disarankan menghindari minuman bersoda. Soft drink banyak mengandung gula, asam fosfat, karbonat, bahan pengawet, dan kafein, yang dapat membahayakan janin. Konsumsi minuman bersoda berlebihan akan menimbulkan risiko seperti dijelaskan dr Yulianti SpOG dari RS Medika Permata Hijau Jakarta:

1. Obesitas.
Penyakit kelebihan berat badan 75 persen dari berat ideal ini merupakan faktor utama penyebab meningkatnya risiko diabetes (terutama diabetes tipe 2) dan penyakit kardiovaskular. Pada kehamilan, penyakit diabetes dapat memengaruhi bobot janin menjadi terlalu besar sehingga sulit dilahirkan.

2. Hipertensi.

Kandungan kafein dalam minuman bersoda dapat penjadi pencetus munculnya hipertensi. Pada kehamilan, hipertensi dapat mendorong terjadinya kelahiran prematur.

3. Melemahkan sistem imunitas.
Ilmuwan telah membuktikan, gula dapat menghalangi kemampuan tubuh melawan bakteri. Soft drink yang mengandung 12 sendok teh gula cukup melemahkan kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat, yaitu sekitar 60 persen selama lima jam.

Konsumsi minuman bersoda secara berlebihan, apalagi ditambah makanan bergula lainnya, berpotensi membuat sel-sel darah putih tidak bekerja efektif untuk beberapa jam setiap hari.

4. Kesehatan tulang dan osteoporosis.
Minuman ringan yang memiliki kadar asam fosfat tinggi menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko terhambatnya penyerapan kalsium dalam tubuh serta berdampak terhadap penurunan massa tulang. Selanjutnya, sudah dapat diduga, potensi untuk terkena osteoporosis juga semakin tinggi.
Baca 4 Risiko Minum Soda Saat Hamil Lebih Lengkap >>

Omega-3, Modal Penting Kecerdasan Anak



Asam lemak omega-3 belakangan mendapat perhatian besar dari para ahli kesehatan. Zat gizi itu ternyata berperan vital dalam mendukung kesehatan serta mencegah munculnya penyakit degeneratif. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan, peran omega-3 sejak dari janin dalam kandungan diperlukan pada proses tumbuh sel-sel otak dan kecerdasan anak.

Bicara soal kesehatan tubuh dan kecerdasan otak seseorang, tentu tidak terlepas dari awal pembentukan berbagai alat dan organ vital janin sejak dalam kandungan ibunya.

Ada dua masa kritis tumbuh kembang dengan masing-masing konsekuensinya terhadap janin dan kandungan. Masa kritis pertama berlangsung sejak minggu pertama hingga akhir minggu ke-7, periode embrio. Pada masa ini dimulailah pembentukan berbagai organ vital janin: sistem saraf pusat dan otak, jantung, pancaindera, alat kelamin, dan lain-lain. Bila terjadi gangguan pada masa ini, maka janin akan berisiko tinggi menderita gangguan morfologis pada berbagai alat vital bayi, saat lahir hingga dewasa.

Masa kritis kedua berlangsung sejak awal minggu ke-8 hingga saat kelahiran. Masa ini merupakan periode penyempurnaan proses tumbuh kembang organ tubuh yang telah dibentuk pada periode sebelumnya. Jika terjadi gangguan, maka janin berisiko menderita gejala kelainan fisiologis sejak lahir dan semakin parah saat dewasa nanti.

Kekurangan gizi merupakan salah satu gangguan yang acap kali terjadi dalam kandungan. Pada saat kritis tadi, janin sangat memerlukan beragam zat gizi guna mendukung proses tumbuh kembang yang optimal yakni kesehatan serta kecerdasannya.

Asam lemak otak
Asam lemak esensial serta omega-3 merupakan zat gizi yang harus terpenuhi kebutuhannya. Zat gizi berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel-sel neuron otak untuk bekal kecerdasan bayi yang dilahirkan. Asam lemak omega-3 juga berperan sebagai asam lemak otak. Asam lemak omega-3 ini turunan dari prekursor (pendahulu)-nya, yakni asam lemak esensial linoleat dan linolenat.

Asam lemak esensial tidak bisa dibentuk dalam tubuh dan harus dipasok langsung dari makanan. Kemudian prekursor itu masuk dalam proses elongate dan desaturate yang menghasilkan tiga bentuk asam lemak omega-3: LNA (asam alfa-linolenat), EPA (eikosapentaenoat), serta DHA (dokosaheksaenoat).

Sistem saraf pusat dan otak merupakan organ vital yang pertama dibentuk. Proses pertumbuhan sel neuron otak terjadi pada minggu ke-20 hingga ke-36, dan disempurnakan hingga bayi berusia dua tahun.

Meskipun massa otak janin hanya sekitar 16% dari tubuhnya, namun dibandingkan dengan organ tubuh lain, otak paling banyak memerlukan energi (lebih dari 70%) untuk proses tumbuh kembangnya. Energi itu terutama berasal dari deposit zat gizi dan asam lemak esensial tubuh ibunya.

Asam lemak esensial juga prekursor omega-3 DHA, EPA, ALA (alfa-linolenat), dan AA (asam arakhidonat). Omega-3 sebagian besar (lebih dari 60%) diperlukan sebagai unsur penyusun dinding sel neuron. Sedangkan sisa DHA lainnya diperlukan sebagai unsur pembentuk cawan untuk wadah rhodopsin, senyawa vital penginderaan dan pengiriman balik sinyal yang diterima mata ke otak.

Bila kekurangan asam lemak esensial, maka sel neuron akan menderita kekurangan energi untuk proses tumbuh kembangnya. Pembentukan dinding sel neuron terhambat karena kekurangan omega-3 DHA dan AA, sehingga sel tidak mampu menampung muatan komponen sel neuron normal. Yang diderita janin adalah sel neuron akan kehilangan pengorganisasian dan kemampuan koneksi normal di antara sel-selnya. Akibatnya, sel-sel neuron mengalami banyak kebocoran dan terjadilah perdarahan. Bisa juga terjadi inisiasi microthrombi dan ischemia lokal (stroke) serta sel-sel otak menjadi cepat mati dan tidak berfungsi.

Pada bayi prematur, banyak di antaranya berat badannya di bawah normal (2.500 g) dan ukuran otaknya lebih kecil dari rata-rata. Karena jumlah sel neuronnya juga sedikit, maka bayi bisa cacat, kualitasnya rendah serta proses tumbuh kembang sel otak tidak normal atau di bawah optimal.

Mencegah penyakit
Asam lemak omega-3 EPA dilaporkan berperan pula dalam mencegah penyakit degeneratif sejak janin dan pada saat dewasa. Pada saat janin dalam kandungan, EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Sementara pada saat dewasa ia berfungsi menyehatkan darah, mekanisme kerja pembuluhnya dan kerja kantung pengatur sirkulasinya. Sebab itu akibat kekurangan omega-3 EPA, bisa berisiko menderita penyakit pembuluh darah dan jantung.

Omega-3 EPA dan asam arakhidonat (berasal dari daging merah dan pangan nabati) merupakan unsur utama sintesa senyawa prostaglandin yang berperan dalam kesehatan sistem peredaran darah dari proses aterosklerosis, penyakit jantung, hipertensi, stroke, dll.

Dalam tubuh, omega-3 EPA bersaing dengan AA dalam menghasilkan metabolit prostaglandin dengan fungsi antagonis. Misalnya, metabolit prostaglandin dari EPA berfungsi mengencerkan darah, sedangkan metabolit dari AA mengentalkan, yang sangat diperlukan pada saat operasi atau luka berat. Metabolit EPA berfungsi, misalnya, melebarkan pembuluh darah, sementara metabolit AA menyempitkan.

Jadi, meskipun kerjanya antagonis, kedua metabolit itu bekerja sama menyehatkan sistem peredaran darah dalam tubuh. Menurut dr. Fadilah Supari (1998), ahli penyakit jantung dari Fakultas Kedokteran UI, keseimbangan rasio EPA, DHA, dan AA dalam darah bayi, remaja, atau dewasa dapat dijadikan salah satu indikator untuk meramalkan risiko gangguan sistem pembuluh darah dan penyakit jantung di masa mendatang. Untuk itu perlu dilakukan upaya preventif sejak dini agar terhindar dari penyakit degeneratif ini. Pasokan makanan sumber omega-3 EPA, DHA, AA, dan alfa-linolenat harus dikonsumsi dalam jumlah rasio yang seimbang.

Bersikap positif
Sejak prakonsepsi atau sejak pasutri merencanakan ingin punya anak, peranan ibu sangat penting dalam menentukan kesehatan serta kecerdasan anak yang akan dilahirkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah aspek gizi, kesehatan, dan agama.

Menurut Prof. Darwin Karyadi (1998), dari aspek gizi, ada dua cara pemenuhan keperluan gizi ibu sejak prakonsepsi. Pertama dengan mengkonsumsi suplemen gizi (Fe, iodium, vitamin A, omega-3). Kedua dengan cara food based (pola dan kebiasaan makan).

Cara pertama dilakukan dalam keadaan darurat dan sifatnya sementara. Cara ini tidak dianjurkan untuk jangka waktu lama karena berisiko kelebihan dosis dan tidak ekonomis. Minyak ikan atau omega-3 memang bermanfaat tapi hendaknya jangan dikonsumsi berlebihan. Mudaratnya, bila dikonsumsi berlebihan, antara lain secara umum badan berbau minyak ikan, menimbulkan gangguan pencernaan, dan perdarahan pada saat luka, operasi, atau bila terserang mimisan akan lebih lama sembuhnya karena proses penggumpalan darah lamban.

Dalam proses metabolisme, omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol pada penderita hiperlipidemia. Atau bisa juga meningkatkan kalori tubuh dengan akibat berat badan bertambah. Sel-sel tubuh yang mengandung terlalu banyak omega-3 akan lebih mudah teroksidasi oleh radikal bebas. Untuk menjaga sel dari oksidasi diperlukan vitamin E sehingga kelebihan omega-3 malah dapat berakibat defisiensi vitamin E.

Selain itu, kelebihan minyak ikan juga dapat mengakibatkan keracunan vitamin A dan D karena minyak ikan mengandung kedua vitamin itu, terutama kalau diekstrak dari hati ikan. Hati ikan juga merupakan tempat menumpuknya zat-zat beracun, apalagi kalau lingkungan laut tempat ikan itu hidup tercemar logam beracun. Bila minyak ikan sampai tercemar peptisida dalam proses pengolahannya, tentu tidak akan memenuhi prosedur kesehatan dan higienis.

Bila dibandingkan dengan ikan segar, harga minyak ikan pasti lebih mahal karena konsumen dibebani ongkos produksi dan pemasaran yang tinggi. Sebab itu pemakaian ekstrak minyak ikan harus dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Jadi, cara yang lebih baik, aman, ekonomis, dan efektif sebenarnya dengan mengandalkan makanan konsumsi sehari-hari saja (food based). Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3 terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, cod, rumput laut, ganggang laut, dll. Sedangkan pangan lainnya antara lain minyak nabati dan sayuran hijau.

Keuntungan cara alami ini, konsumsi tidak hanya berisi asam lemak esensial dan omega-3, tetapi juga zat gizi lainnya yang juga berperan vital untuk kesehatan dan kecerdasan otak janin.

Perbaikan kesehatan ibu memang harus dilakukan sejak prakonsepsi, selama hamil dan terhadap anak balitanya termasuk imunisasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Hal ini sangat membantu kesempurnaan tumbuh kembang janin dan anak balita. Sekaligus sebagai upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit yang membahayakan tumbuh kembang anak seperti polio, campak, tetanus, difteri, dan hepatitis.
Baca Omega-3, Modal Penting Kecerdasan Anak Lebih Lengkap >>

Asam Lemak pada Perempuan Gemuk Bahayakan Pertumbuhan Janin



Berbagai penelitian membuktikan bahwa pada perempuan, kegemukan dapat mengurangi peluang kehamilan. Kalaupun bisa hamil, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelebihan asam lemak pada perempuan gemuk bisa membahayakan pertumbuhan janin.

Peneliti gabungan dari Belgia, Ingris dan Spanyol baru-baru ini berhasil mengungkap bahwa kegemukan pada perempuan hamil bisa mengganggu kesehatan embrio dan janin. Jika ingin bayi yang dikandungnya sehat, sebelum hamil perempuan harus mengontrol berat badannya.

Menurut penelitian tersebut, obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko diabetes tipe 2 dan gangguan metabolisme lainnya. Ganguan metabolisme itu menyebabkan produksi asam lemak pada orang gemuk khususnya perempuan mengalami peningkatan.

Meningkatnya kadar asam lemak diketahui dapat mempengaruhi kesuburan, sehingga perempuan hamil cenderung susah punya anak. Namun dalam penelitian ini terungkap, asam lemak juga mempengaruhi kesehatan embrio (sel telur yang sudah dibuahi) yang sudah terlanjur terbentuk.

Ketika terjadi peningkatan kadar asam lemak, embrio akan mengalami kekurangan asam amino serta beberapa komponen yang penting bagi pertumbuhan seperti oksigen dan laktat. Kondisi ini merupakan faktor risiko gangguan metabolisme dan keguguran di kemudian hari.

"Kita semua tahu asam lemak yang tinggi dapat menghambat pembentukan sel telur. Namun baru kali ini kita bisa membuktikan bahwa asam lemak juga mempengaruhi kesehatan embrio," ungkap salah satu peneliti, Jo Leroy dari University of Hull seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/8/2011).

Leroy menambahkan, gangguan metabolisme tersebut menyebabkan embrio mengalami stres di tingkat sel. Dampaknya adalah kemampuan untuk bertahan hidup berkurang, sehingga lebih rentan terhadap risiko keguguran akibat kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan.
Baca Asam Lemak pada Perempuan Gemuk Bahayakan Pertumbuhan Janin Lebih Lengkap >>

Ingin Cepat Hamil? Jaga Kesehatan Mulut!


Ilmuwan Australia menyarankan wanita untuk menjaga kesehatan mulut agar cepat hamil.

Kesehatan mulut tampaknya tak hanya berhubungan dengan kesehatan tubuh saja, namun juga sangat berpengaruh pada kehamilan wanita. Para ilmuwan Australia telah meneliti hal ini dan menyimpulkan bahwa wanita harus menjaga kesehatan mulut demi mempercepat kehamilannya.

Studi telah dilakukan kepada 3737 koresponden wanita, seperti dikutip dari Indiatimes. Setelah dianalisa, 3416 wanita di antaranya lebih cepat hamil ketimbang wanita lain yang tidak menjaga kesehatan rongga mulut. Kebiasaan wanita yang cepat hamil selalu rutin menggosok gigi dan berkumur, serta tidak meninggalkan sisa makanan saat tidur. Mereka juga rajin memeriksakan kesehatan rongga mulut ke dokter setiap 6 bulan sekali, dan tidak membiarkan problem gigi seperti gigi berlubang tak terurus begitu saja.

Nah, kini buka lebar mulut Anda dan teliti setiap sudutnya. Bila beberapa hal ini terjadi maka, Anda harus segera bertindak.

1. Lidah berwarna putih

Makanan selain membawa nutrisi, bila telah membusuk maka akan ada bakteri yang muncul darinya. Seringkali bila bakteri ini tinggal di rongga mulut, maka ia akan bermain di gigi, membuat gigi jadi berlubang. Bermain di lidah, membuat lidah seperti tertutup jamur putih.

Untuk itulah Anda disarankan selain menggosok gigi teratur, juga berkumur serta membersihkan batang lidah dengan alat khusus. Bakteri pun enggan bertumpuk dan tinggal lama di rongga mulut.

2. Gusi terluka dan sering bengkak

Penyakit pada gusi dapat meningkatkan tingkat cairan biologis yang menginduksi persalinan. Ibu yang mengalami problem pada gusi akan melakukan persalinan lebih cepat ketimbang yang normal. Selain itu, kondisi gusi juga dapat menjadi pertanda serius bagi penyakit lain, semisal diabetes.

3. Air liur terlalu kental

Bila air liur lebih kental dari kondisi biasanya, bisa jadi Anda mengalami xerostomia atau mulut kering. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya cairan yang masuk pada tubuh atau saat mengonsumsi obat penurun panas atau antialergi. Dalam kondisi ini, infeksi bakteri sangat mudah terjadi, sehingga disarankan Anda mengonsumsi air mineral lebih banyak dan berkumur secara rutin.

Jangan lupa, menggosok gigi rutin dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Dan berkumur setelah makan agar kesehatan rongga mulut selalu terjaga. Serta kunjungi dokter setiap 6 bulan sekali untuk menjauhkan Anda dari semua problem rongga mulut.
Baca Ingin Cepat Hamil? Jaga Kesehatan Mulut! Lebih Lengkap >>

Pekerjaan Rumah Terlarang Untuk Ibu Hamil

Pekerjaan Rumah Terlarang Untuk Ibu Hamil

Beberapa pekerjaan dan perkakas rumah tangga bisa berbahaya untuk ibu hamil. Perhatikan empat hal ini agar kehamilan tetap sehat dan nyaman!

Saat kehamilan mengetuk kehidupan Anda, ada banyak hal yang harus diperhatikan hingga masa persalinan. Salah satunya adalah pekerjaan dan perkakas rumah tangga yang harus dihindari selama masa kehamilan. Empat hal ini sebaiknya Anda alihkan pada orang lain demi menjaga kesehatan dan kenyamanan kehamilan Anda.

Memindahkan Perabotan Rumah Tangga

Setelah masa trimester pertama, maka memindahkan benda berat dan perabotan rumah tangga bisa menyebabkan cedera pada bagian punggung. Minta bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan berat tersebut. Tetapi jika Anda terpaksa melakukannya dan tidak bisa menunggu, pastikan Anda menekuk lutut saat mengangkat barang tersebut dengan punggung tetap lurus. Anda juga bisa memakai sabuk khusus kehamilan sebagai pendukung.

Membersihkan Kotoran Kucing

Toksoplasma bisa menjadi salah satu parasit yang dibawa oleh kucing (terutama kucing liar). Kotoran kucing bisa menjadi salah satu media menularkan toksoplasma pada manusia. Jika Anda tertular pada saat hamil, maka Anda bisa menularkan penyakit tersebut pada bayi, cacat pada mata dan kerusakan otak bayi. Jika Anda terpaksa membersihkan kotoran kucing, pakai sarung tangan karet.

Menggunakan Semprotan Pengusir Serangga

Berdasarkan hasil penelitian yang dituangkan dalam Journal Pediatrics, ditemukan bahwa wanita hamil yang terpapar piperonyl butoxide (bahan kimia yang banyak digunakan pada obat semprot serangga) bisa berbahaya bagi perkembangan mental janin. Karena itu, pilih pengusir serangga yang tidak disemprotkan ke udara. Misalnya raket nyamuk atau plaster perekat lalat.

Mengecat Rumah/Pernis Furniture

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara produk yang mengandung bahan kimia pada pelarut cat, pelapis furniture kayu dan pengelupas warna furniture bisa menyebabkan cacat pada bayi dan keguguran. Hindari melakukan perombakan cat rumah atau melakukan pernis pada perabotan selama masa kehamilan. Kalaupun terpaksa ingin mengecat kamar bayi, sebaiknya Anda pergi keluar rumah dan jangan memakan apapun selama proses pengecatan.
Baca Pekerjaan Rumah Terlarang Untuk Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

Agar Lebih Nyaman Selama Kehamilan

Agar Lebih Nyaman Selama Kehamilan

Seiring dengan usia kehamilan dan membesarnya perut, tak pelak Anda akan mulai merasa tidak nyaman dalam beraktivitas. Kalau duduk sudah sulit berdiri, sedangkan tidur juga terkadang sering salah posisi. Padahal, kenyamanan adalah salah satu faktor yang penting bagi para calon ibu, agar bisa melalui masa kehamilan dengan tenang dan dapat melahirkan tanpa banyak gangguan. Simak tips berikut untuk menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan rasa tak nyaman selama kehamilan:

1. Sering buang air kecil
Memasuki trimester terakhir, Anda mungkin akan sering buang air kecil. Bukan mustahil, urin akan keluar secara otomatis pada saat Anda sedang batuk atau tertawa keras. Ini dapat dikarenakan adanya tekanan dari rahim ke arah kantung kemih. Untuk menguranginya, Anda dapat melakukan latihan untuk mengencangkan otot Kegel, yaitu dengan cara mengontraksikan otot seperti saat Anda menahan keluarnya air seni saat buang air kecil. Lakukan secara teratur, karena ini masih akan Anda perlukan setelah melahirkan nanti.

2. Rasa nyeri di bagian punggung dan kaki
Punggung yang mudah pegal dan nyeri bisa diakibatkan beban berat yang sedang Anda bawa di bagian perut. Begitu juga dengan masalah di bagian kaki. Untuk meredakannya, cobalah untuk lebih banyak beristirahat (hindari terlalu banyak duduk). Anda dapat menempelkan kompres hangat di bagian yang terasa tidak nyaman.

3. Kaki membengkak
Ukuran kaki seakan lebih besar daripada biasanya bisa terjadi selama kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan retensi cairan di dalam tubuh selama kehamilan. Kaki yang membengkak ini dapat disebabkan Anda terlalu banyak berdiri atau duduk, dan biasanya akan mereda begitu Anda beristirahat di malam hari. Pada saat bekerja, ada baiknya Anda mengangkat kaki sedikit dan menopangnya dengan bangku kecil. Kenakan juga sepatu atau sandal yang nyaman dan hindari menggunakan kaus kaki atau stoking yang terlalu ketat.

4. Lebih ceroboh daripada biasanya
Mulai mendapati diri Anda lebih mudah menjatuhkan barang dan bertindak ceroboh? Ini juga merupakan efek samping dari kehamilan dan sifatnya hanya sementara. Penyebabnya adalah persendian yang menjadi lebih lemah dan adanya retensi cairan, sehingga tangan Anda tidak dapat menggenggam barang dengan kuat. Selain itu, berkurangnya konsentrasi juga dapat memengaruhi kecerobohan Anda. Sebaiknya, Anda berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri dan mengingat hal positifnya, bahwa segera setelah sang bayi lahir, hal ini akan segera hilang. Selebihnya, Anda dapat meminta bantuan orang lain untuk mengambilkan barang atau melakukan beberapa hal seperti memindahkan barang pecah-belah atau mencuci piring.

5. Perut terasa gatal
Semakin besar perut Anda, rasa gatal tak tertahankan akan semakin sering terasa. Gatal ini muncul karena kulit Anda meregang secara maksimal, sehingga menjadi lebih kering. Sebaiknya, Anda tidak menggaruk bagian yang gatal dan mengolesinya dengan losion. Sekarang, sudah ada beberapa jenis losion yang dapat digunakan oleh para ibu hamil untuk meredakan rasa gatal di kulit. Namun, bila gatal-gatal ini tak hilang dan malah meluas, lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter.
Baca Agar Lebih Nyaman Selama Kehamilan Lebih Lengkap >>

7 Cara Mengurangi Stres Agar Cepat Hamil


Stres merupakan salah satu penyebab pasangan sulit untuk hamil. Karenanya ketahui cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres sehingga bisa cepat hamil.

Stres adalah musuh terbesar bagi perempuan untuk bisa hamil. Berbagai hal bisa menjadi penyebab stres seperti kesibukan kerja, masalah rumah tangga dan hal-hal lain yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pasangan yang ingin segera hamil dan memiliki anak, maka sebaiknya mulailah menemukan cara untuk menghilangkan stres sehingga meningkatkan kemungkinannya untuk hamil, seperti dikutip dari Lifemojo, Selasa (12/7/2011) yaitu:

1. Rileks
Salah satu tips terpenting untuk bisa hamil adalah tubuh harus santai dan rileks serta menurunkan tingkat stres. Buang segala pikiran negatif yang bisa merugikan, membaca buku yang bagus dan memotivasi diri, mendengarkan musik yang tenang serta berlatih postur sederhana seperti yoga yang bisa dilakukan sehari-hari.

2. Mengambil waktu istirahat
Cobalah untuk istirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari seperti mengambil cuti, melupakan segala masalah dan pekerjaan sehingga tubuh bisa beristirahat dengan tenang.

3. Melakukan pijat
Melakukan pijat secara teratur oleh tenaga terlatih bisa mengurangi segala ketegangan di tubuh, membuat tubuh rileks, nyaman, kembali segar dan mengurangi stres.

4. Melakukan hobi
Pilihlah salah satu hobi yang benar-benar dinikmati, santai dan membuat tubuh rileks sehingga bisa melepaskan pikiran negatif atau segala hal yang berhubungan dengan kehamilan.

5. Belajar olahraga baru
Olahraga merupakan cara terbaik untuk membantu menghilangkan stres. Mempelajari olahraga baru dengan bergabung di salah satu klub akan membuat seseorang bertemu teman dan suasana baru. Tapi jangan pilih olahraga yang tidak disukai karena akan membuat tubuh semakin tertekan.

6. Belajarlah untuk lebih sering tertawa
Tertawa merupakan salah satu terapi baru untuk mengurangi stres, cobalah untuk membaca banyak buku lelucon, menonton film lucu dan tertawa keras-keras.

7. Cobalah melakukan perubahan dalam rumah
Cobalah untuk mendekor ulang kamar tidur atau ruang tamu dengan mengganti model gorden atau seprai. Hal ini akan membantu melepaskan pikiran tentang hamil selama beberapa waktu dan membuat seseorang lebih santai.
Baca 7 Cara Mengurangi Stres Agar Cepat Hamil Lebih Lengkap >>

Ibu Stres dan Depresi Saat Hamil Bikin Anak Berisiko Asma


Depresi, stres dan kecemasan memang sebaiknya dihindari bagi semua orang, terlebih lagi bagi ibu yang sedang hamil. Studi menemukan bahwa ibu yang depresi dan stres saat hamil lebih berisiko memiliki anak lahir asma.

"Sekitar 70 persen ibu mengatakan mengalami tingkat kecemasan tinggi atau depresi saat mereka hamil dan melaporkan anak mereka telah mendesis (gejala asma) sebelum usia 5 tahun," ujar Marilyn Reyes, peneliti senior di Mailman School of Public Health's Columbia Center for Children's Environmental Health (CCCEH) dan penulis utama studi, seperti dilansir Medindia, Sabtu (9/7/2011).

Menurut Reyes, memahami bagaimana kesehatan ibu mempengaruhi kesehatan pernapasan anak adalah penting dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah asma.

Studi dengan partisipan 279 perempuan Afrika-Amerika dan Hispanik ini dilakukan sebelum, selama dan setelah kelahiran. Temuan ini mendukung pertumbuhan badan penelitian yang menyatakan bahwa paparan dapat mempengaruhi risiko anak mengembangkan asma.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Annals of Allergy, Asthma and Immunology, jurnal ilmiah American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI).
Baca Ibu Stres dan Depresi Saat Hamil Bikin Anak Berisiko Asma Lebih Lengkap >>

Penyakit Gusi Bumil Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur


Ibu hamil harus benar-benar menjaga kondisinya tetap fit agar bayi yang dikandungnya sehat. Menjaga kesehatan gigi pada wanita hamil sangat penting karena dapat mengurangi risiko bayi lahir prematur.

Sebuah studi menemukan bahwa wanita dengan penyakit gusi tiga kali lebih mungkin melahirkan prematur dibandingkan dengan ibu dengan kesehatan mulut yang baik.

Kepala Eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter percaya bahwa banyak dokumen dan hasil penelitian yang menambahkan bukti adanya hubungan antara penyakit
gusi dengan bayi prematur.

"Ini adalah bukti bahwa wanita hamil harus berhati-hati terhadap kesehatan gigi mereka dan menerima perawatan yang tepat selama kehamilan untuk mengurangi risiko melahirkan prematur," kata Dr Carter, seperti dilansir dari Dailymail, Senin (15/3/2010).

Adanya perubahan hormon selama masa kehamilan membuat beberapa wanita membutuhkan perhatian lebih terhadap kesehatan gigi. Sebagai contoh, gusi menjadi lebih mudah berdarah pada masa-masa itu.

Ini berarti bahwa wanita hamil harus memiliki standar yang tinggi pada kesehatan gigi, dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi secara teratur.

Studi yang telah dipublikasikan dalam Annual Meeting of the American Association for Dental Research di Washington minggu lalu ini, adalah pertama kalinya di tahun ini yang mendokumentasikan hubungan antara kematian janin dan penyakit gusi yang diderita ibu hamil
Baca Penyakit Gusi Bumil Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur Lebih Lengkap >>

Tips Aman "Travelling" Saat Hamil


Hanya karena Anda sedang hamil, tidak berarti Anda tidak bisa ikut liburan keluarga kan? Syaratnya, kehamilan sudah dalam kondisi aman. Bagaimana Anda mengetahui bahwa kondisi kehamilan Anda sehat dan tak bermasalah, tentu setelah memastikannya dengan dokter Anda.

Memastikan bahwa segala sesuatunya aman dan terencana, tentu akan membantu kenyamanan Anda selama liburan. Enggak asyik kan, Anda ikut jalan-jalan, tetapi waswas dengan kondisi janin Anda?

Pada dasarnya, travelling yang aman saat hamil adalah pada trimester kedua. Pada saat itu, mual-muntah sudah berkurang dan tubuh Anda sudah menyesuaikan diri dengan adanya janin di dalam kandungan. Namun, yang paling aman sih, Anda konsultasikan dulu kondisi kehamilan Anda dengan dokter sebelum bepergian. Apakah transportasi atau tempat yang Anda tuju memiliki pengaruh buruk terhadap kehamilan? Ketika memilih moda transportasi, pertimbangkan waktu tempuhnya. Transportasi tercepat memang yang terbaik, tapi siapa tahu ada efek samping yang perlu dipertimbangkan juga kan?

Dengan pesawat
Jika kehamilan Anda sehat dan kondisi janin sudah kuat, bepergian dengan pesawat tergolong aman. Yang perlu Anda ketahui, bepergian dengan pesawat bisa meningkatkan risiko komplikasi karena kondisi tertentu, misalnya, kelainan penggumpalan darah dan sickle cell disease, penyakit kelainan darah yang bisa mengurangi harapan hidup janin. Dokter mungkin akan membatasi perjalanan dengan transportasi apa pun setelah usia kehamilan 36 minggu, atau jika Anda berisiko mengalami kelahiran prematur.
   
Di dalam pesawat, ibu hamil sebaiknya memilih kursi di lorong. Gunanya agar Anda lebih cepat bangkit saat ingin ke toilet. Kursi di lorong juga memudahkan Anda untuk berjalan-jalan sekadar melepaskan penat. Jika Anda harus tetap duduk, regangkan kaki Anda sesering mungkin. Jangan lupa banyak minum air putih karena kelembaban yang rendah di dalam kabin bisa menyebabkan dehidrasi.

Dengan mobil
Saat melakukan perjalanan darat dengan mobil, selalu kenakan sabuk pengaman (hal ini juga wajib dilakukan meski Anda tidak sedang hamil). Bila terjadi gerakan mengejut akibat pengereman, ditambah lagi tak memakai seat belt, ibu hamil bisa mengalami trauma yang menyebabkan kematian janin. Dan, kecelakaan dengan kendaraan adalah penyebab trauma paling parah bagi ibu hamil. Kenakan bagian bawah sabuk pengaman di bawah perut dan di atas paha atas, lalu arahkan tali pundak yang diagonal di antara payudara.
Jika jarak tempuh cukup jauh, sering-seringlah berhenti untuk meregangkan badan. Hal ini bisa menjaga mencegah darah terkumpul di kaki saja sehingga menyebabkan penggumpalan darah. Hindari kondisi tetap duduk lebih dari dua jam, dan batasi waktu tempuh dalam sehari hingga enam jam saja. Sama seperti berkendara dengan pesawat atau dalam kondisi apa pun, Anda juga harus banyak minum.

Dengan kapal
Memilih kapal untuk mencapai tujuan wisata, atau Anda berlibur dengan kapal pesiar, aman untuk kondisi sedang hamil. Kebanyakan kapal pesiar mengizinkan penumpang yang usia kehamilannya 26 minggu pertama. Paling aman sih, memastikan bahwa kapal tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang cukup memadai. Cari tahu juga apakah tujuan wisata Anda juga dilengkapi fasilitas kesehatan yang modern, siapa tahu Anda membutuhkan perawatan darurat.

Yang perlu Anda ingat, gerakan kapal yang bergoyang mengikuti air bisa menyebabkan mual-muntah. Jika Anda khawatir mabuk laut, bawalah obat-obatan dan perlengkapan pribadi untuk pertolongan pertama. Hati-hati juga saat berjalan di dek, karena kemungkinan akan licin.
Baca Tips Aman "Travelling" Saat Hamil Lebih Lengkap >>

Usahakan Rileks jika Ingin Hamil


Usaha untuk segera hamil terkadang tidak hanya sebatas menyehatkan tubuh, terutama organ reproduksi. Terkadang, gaya hidup kita dan pasangan juga perlu diperbaiki secara keseluruhan, sehingga lebih kondusif bagi tubuh untuk mengandung calon anak. Nah, bagi pasangan yang sedang berencana memiliki anak, coba simak tip dari pakar berikut dan segera praktikkan.

Jauhi stres
"Pasangan yang sudah bertahun-tahun berjuang memiliki anak, mengalami tingkat stres yang serupa dengan mereka yang menderita penyakit berat seperti jantung atau kanker," kata Alice Domar, PhD, direktur eksekutif dari Boston IVF dan penulis Conquering Infertility.
Studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School menemukan, wanita yang ikut program penyelarasan tubuh dan pikiran ternyata menjadi lebih cepat hamil daripada mereka yang tidak ikut. Program ini melibatkan sesi rileksasi dan juga yoga. Coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan berlatih beberapa pose yoga, atau cukup dengan lebih banyak menjauhi stres dan hidup lebih bahagia.

Hindari meletakkan laptop di pangkuan
Ini penting bagi para calon ayah, karena tindakan ini ternyata dapat berpengaruh pada kualitas sperma.

Jaga berat badan
Menurut American Society for Reproductive Medicine, sebanyak 12 persen kasus wanita yang sulit hamil ternyata berkaitan dengan berat badan yang kurang atau -sebaliknya- di atas standar. Hal ini dikarenakan estrogen diproduksi dalam sel lemak. Jika lemak tubuh Anda terlalu sedikit, produksi estrogen tidak akan mencukupi. Begitu juga sebaliknya, jika terlalu banyak tubuh akan bereaksi seolah-olah Anda sedang dalam program kontrasepsi hormonal.

Lakukan aktivitas fisik ringan
Hindari latihan olahraga yang terlalu berat, yang bisa meningkatkan produksi hormon endorfin, yang selanjutnya dapat menekan produksi hormon dan sel telur. Studi yang dimuat beberapa tahun lalu di jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan, peserta program bayi tabung yang berolahraga berlebihan pada saat sedang menjalani perawatan memiliki potensi hamil lebih kecil dibanding wanita yang tidak berolahraga.
Baca Usahakan Rileks jika Ingin Hamil Lebih Lengkap >>

Amankah Mengkonsumsi Obat Asma Saat Hamil?


Saat hamil sebaiknya memang tidak banyak mengonsumsi obat-obatan supaya janinnya tidak cacat. Namun bagi yang punya asma, obat-obat pengontrol justru harus tetap diminum untuk mencegah kekambuhan yang berisiko memicu kelahiran prematur.

Obat-obat pengontrol asma adalah obat yang berfungsi untuk mencegah kekambuhan. Berbeda dengan obat pelega (reliever) yang hanya dipakai saat terjadi serangan asma, obat pengontrol harus diminum secara teratur agar penyandang asma bisa beraktivitas tanpa khawatir sesak napas.

Dokter spesialis paru RS Persahabatan Jakarta, Dr Budhi Antariksa, SpP(K), PhD mengatakan bahwa obat-obat pengontrol asma pada umumnya bekerja hanya pada saluran napas. Karenanya, obat ini aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan tidak akan mempengaruhi kesehatan janin.

Bahkan menurut Dr Budhi, ibu hamil yang sering mengalami serangan asma sebaiknya tetap mengonsumsi obat pengontrol untuk mencegah kekambuhan. Serangan asma yang terjadi pada masa kehamilan justru akan berdampak buruk pada janin di dalam kandungan.

"Pada beberapa kasus, kelahiran prematur terjadi karena janin merasa tidak nyaman di dalam kandungan. Salah satu pemicunya adalah kekurangan oksigen," ungkap Dr Budi usai menjadi pembicara dalam Talk Show You Can Control Your Asthma di RS Persahabatan, Rawamangun, Kamis (9/6/2011).

Serangan asma terjadi akibat penyempitan saluran napas yang dipicu oleh radang atau disertai kerusakan jaringan di saluran napas. Penyempitan tersebut tidak hanya menyebabkan ibu hamil mengalami sesak napas, tapi juga membuat kondisi kandungannya kekurangan oksigen.

Dr Budhi juga menambahkan, riwayat asma jangan pernah dijadikan alasan untuk takut hamil karena bisa dikontrol dengan obat-obatan. Bahkan pada banyak kasus, serangan asma justru berkurang ketika terjadi kehamilan akibat adanya pengaruh faktor hormonal.

"Hanya sepertiga kasus yang asmanya memburuk saat hamil. Sepertiga lainnya tidak terpengaruh, sedangkan sisanya justru membaik. Jadi tidak ada pengaruhnya secara langsung antara asma dengan kehamilan," ungkap Dr Budhi.
Baca Amankah Mengkonsumsi Obat Asma Saat Hamil? Lebih Lengkap >>

Kondisi Anemia yang Sebabkan Kematian Pada Bumil



Secara fisiologis ibu hamil memang lebih rentan mengalami anemia atau kurang darah. Tapi sebaiknya hal ini tidak dianggap sepele, karena anemia bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil saat melahirkan.

"Menurut WHO seseorang dikatakan anemia jika nilai hemoglobinnya (Hb) kurang dari 11 mg/dl darah," ujar dr Inge Permadhi MS, SpGK dalam acara Nutritalk: Inspirasi Sehat Wanita Indonesia di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

dr Inge menuturkan ibu melahirkan akan disuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya untuk membantu menghentikan perdarahan usai melahirkan. Tapi jika ibu mengalami anemia, suntikan itu tidak bereaksi sehingga pembuluh darahnya tidak menyempit yang membuat perdarahan terus terjadi.

Jika perdarahan tidak dapat diatasi maka bisa menyebabkan terjadinya kematian pada ibu. Kalaupun ia bisa bertahan hidup setelah mengalami perdarahan pasca melahirkan, ia akan menderita kekurangan darah berat dan masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Berdasarkan data dari Riskesdas 2010 diketahui bahwa perdarahan menempati urutan tertinggi penyebab kematian ibu yaitu sebesar 28 persen. Dan penyebab utama dari perdarahan ini adalah anemia serta kekurangan energi kronis pada ibu hamil.

"Penyebab anemia bermacam-macam, secara fisiologis saat hamil jumlah cairan di dalam tubuh akan lebih banyak sedangkan sel darah merahnya tetap sehingga memicu terjadinya anemia," ujar dokter dari Departemen Ilmu Gizi FKUI.

dr Inge menuturkan ada penyebab lain anemia seperti:

1. Asupan makanan yang kurang baik misalnya karena sering mual dan muntah
2. Mengalami kehamilan kembar
3. Jangka waktunya dekat dengan kehamilan sebelumnya
4. Cadangan zat besi yang terkandung di dalam tubuh ibu sebelum hamil sedikit
5. Adanya penyakit seperti infeksi cacingan

Selain menyebabkan perdarahan, anemia yang terjadi pada ibu hamil bisa berakibat pada ibu itu sendiri dan juga janin yang dikandungnya. Pada ibu bisa menyebabkan berat badan susah naik, abortus (keguguran), penyulit kehamilan, persalinan, nifas dan pasca melahirkan.

Sedangkan pada janin yang dikandung bisa menyebabkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, bayi lahir dengan anemia dan penyulit setelah lahir seperti gagal tumbuh dan kecerdasan rendah.

"Semua zat gizi pada ibu hamil itu penting, tapi ada beberapa nutrisi yang butuh perhatian lebih yaitu zat besi, kalsium, asam folat, B12 dan juga protein," ungkapnya.

Semua nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan seperti hati ayam, kerang, daging merah, ikan tuna, kedelai, bayam, brokoli, kacang merah, asparagus, jeruk, kacang-kacangan, susu rendah lemak, keju.

"Jadi anggapan kalau hamil harus makan 2 piring itu tidak benar, karena yang penting adalah zat gizinya. Kalau mau nambah lebih baik perbanyak protein yang bisa membantu pertumbuhan anak di dalam rahim dan perhatikan penambahan berat badannya," ujar dr Inge.

dr Inge menuturkan untuk ibu hamil yang sebelumnya sudah memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal maka kenaikan berat badan totalnya sebesar 11,5-16,5 kg, untuk ibu yang underweight (berat badan kurang) kenaikannya sebesar 12,5-18 kg, untuk ibu yang kelebihan berat badan (overweight) kenaikannya sebesar 7-11,5 kg dan untuk ibu yang obesitas kenaikannya sebesar 6,8 kg.
Baca Kondisi Anemia yang Sebabkan Kematian Pada Bumil Lebih Lengkap >>

Ukuran Otak Dipengaruhi Lamanya Masa Kehamilan dan Menyusui


Lahir prematur dan tidak mendapatkan ASI bisa menjadi faktor penghambat pertumbuhan sel-sel otak. Penelitian membuktikan, lamanya masa kehamilan dan menyusu menentukan ukuran otak pada semua spesies mamalia termasuk manusia.

Temuan ini sekaligus menguatkan anjuran banyak kalangan mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi anak. Semakin lama mendapatkan ASI eksklusif, maka pertumbuhan otaknya akan lebih maksimal sehingga kecerdasannya juga akan meningkat.

Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian Prof Robert Burton dari Durham University di Inggris. Dalam penelitiannya tersebut, Prof Burton membandingkan lamanya masa kehamilan dan menyusu pada 128 spesies mamalia atau hewan menyusui dan manusia.

Rusa misalnya, memiliki masa kehamilan selama 7 bulan dan masa menyusui sekitar 6 bulan. Dibandingkan manusia yang hamil selama 9 bulan dan menyusui selama 18-24 bulan, rata-rata ukuran otak rusa 6 kali lebih kecil daripada ukuran otak manusia.

"Salah satu poin pentingnya adalah, temuan ini sesuai dan menguatkan panduan WHO yang menganjurkan ASI ekslusif diberikan sekurang-kurangnya selama 18 bulan hingga 2 tahun," ungkap Prof Burton seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (29/3/2011).

Sebelumnya, penelitian lain yang dilakukan terhadap 14.000 anak usia balita menunjukkan hasil yang kurang lebih sama. Makin lama mendapatkan ASI eksklusif, tingkat kecerdasannya cenderung lebih tinggi terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis dan berhitung.

Sementara itu, belum semua orang memiliki kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif sesuai anjuran WHO. Di negara maju seperti Inggris saja, 22 persen ibu-ibu tidak pernah menyusui anaknya sama sekali, sementara di Swedia hanya 2 persen yang tidak melakukannya.

Demikian juga di Indonesia, kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif juga belum terlalu menggembirakan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, hanya 15 persen bayi di seluruh Indoneisa yang beruntung mendapatkan ASI eksklusif.
Baca Ukuran Otak Dipengaruhi Lamanya Masa Kehamilan dan Menyusui Lebih Lengkap >>

Bayi Bibir Sumbing Bukan Karena Bumil Pakai Steroid


Salah satu penyebab bayi bibir sumbing selama ini diduga karena penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid oleh ibu hamil. Namun penelitian terbaru menemukan bahwa pemakaian steroid tidak bertanggung jawab terhadap lahirnya bayi bibir sumbing.

Penelitian sebelumnya, mengujicobakan pemakaian kortikosteroid pada binatang. Hasilnya hewan hamil yang menggunakan steroid membuat bayi-bayi hewan tersebut lahir dengan bibir dan mulut cacat. Namun risiko tersebut tidak berlaku pada manusia.

Penelitian yang dilakukan Dr. Anders Hviid dan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen dari Statens Serum Institut Kopenhagen, Denmark telah menemukan bahwa steroid yang digunakan ibu hamil dengan sangat jelas tidak berhubungan dengan penyebab bibir sumbing.

Kandungan steroid terdapat pada obat-obatan seperti asma, eksim, alergi, penyakit autoimun dan Multiple Sclerosis.

Untuk riset tersebut, penelitian dilakukan selama 12 tahun pada periode 1996-2008 terhadap 832.636 kelahiran bayi hidup di Denmark. Hasilnya, tidak ada beda antara ibu hamil yang menggunakan steroid dan yang tidak menggunakan steroid pada triwulan pertama kehamilan terhadap kelahiran bayi sumbing.

Memang dalam kasus kelahiran 832.636 kelahiran bayi hidup tersebut terdapat 1.232 bayi lahir sumbing, namun itu bukan penyebab karena ibu hamil yang memakai steroid. Dari keseluruhan ibu hamil itu, pemakaian steroid hanya 6 persen karena ibu hamil mengalami sakit pernapasan yang menggunakan obat semprot steroid pada triwulan pertama kehamilan.

"Memang tidak ada obat yang aman 100 persen yang digunakan selama kehamilan, tetapi kejadian bibir sumbing terbukti tidak terkait dengan steroid," kata Dr Hviid seperti dilansir dari medindia, Minggu (29/5/2011).

Hal sama diungkapkan Dr. Ditte Molgaard-Nielsen yang mengatakan ibu hamil yang menggunakan steroid selama triwulan I tidak ditemukan kasus yang lebih banyak dibandingkan pada wanita hamil yang tidak menggunakan steroid. Namun ia mengingatkan ada beberapa kortikosteroid untuk kasus dermatologi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko bibir sumbing pada bayi.

Namun kedua ilmuwan tersebut menyarankan agar ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan hendaknya berbicara dengan dokter untuk penggunaan steroid agar diberikan dosis rendah saja untuk menyembuhkan penyakitnya.

Meski tidak terkait langsung dengan penyebab bibir sumbing, penggunaan steroid pada ibu hamil sebaiknya dihindari karena memang sulit untuk mengatakan aman terhadap pemakaian obat-obatan selama masa kehamilan.

Bibir sumbing adalah cacar lahir yang dialami ribuan bayi di dunia setiap tahunnya. Hingga kini penyebab bayi bibir sumbing masih belum jelas. Dugaan terbesarnya masih karena faktor genetik atau pembelahan sel yang tidak sempurna.

Bibir sumbing sudah terjadi pada janin usia 5-9 minggu yakni ketika mulai terjadi proses pembentukan mulut dan langit-langit mulut. Saat itulah diduga terjadi pembelahan sel tidak sempurna yang bisa akibat janin kekurangan zat besi atau mengalami radiasi.

Operasi bibir sumbing adalah jalan terbaik untuk memperbaiki kelainan ini. Bayi dengan bibir sumbing harus mendapatkan perawatan gigi khusus untuk membentuk kembali rahang atasnya sebelum dilakukan operasi perbaikan bibir.

Dengan operasi bibir sumbing anak akan memiliki ucapan yang baik, memperbaiki penampilan wajah dan memudahkan fungsi rahang dan gigi untuk menggigit.
Baca Bayi Bibir Sumbing Bukan Karena Bumil Pakai Steroid Lebih Lengkap >>

Suplemen Preeklampsia Bantu Cegah Penyakit Ibu Hamil


Ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami preeklamsia biasanya akan diberikan sebuah suplemen untuk dikonsumsi. Studi menemukan bahwa suplemen ini ternyata juga bisa melindungi ibu hamil dari penyakit.

Dalam British Medical Journal peneliti mengungkapkan bahwa adanya asam amino dan vitamin antioksidan di dalam suplemen ini bisa membantu memerangi terjadinya tekanan darah tinggi yang tidak normal selama kehamilan.

Preeklampsia merupakan suatu kondisi serius yang mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi abnormal dan masalah lainnya yang bisa berkembang selama kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 10 persen dari keseluruhan kehamilan pertama serta bisa berbahaya bagi ibu dan anak.

Terjadinya preeklampsia dianggap terkait dengan masalah kekurangan asam amino L-arginine, yaitu suatu asam amino yang membantu menjaga aliran darah agar tetap sehat.

Studi ini dilakukan oleh peneliti di Meksiko dan Amerika Serikat dengan melibatkan lebih dari 600 ibu hamil. Dan diketahui kelompok ibu hamil yang mengonsumsi suplemen dengan L-arginin dan antioksidan secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengalami preeklampsia dibanding dengan kelompok ibu hamil yang hanya mengonsumsi salah satu atau tidak sama sekali.

Hasil ini menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi suplemen yang memiliki biaya relatif rendah mungkin bisa mengurangi risiko preeklampsia dan kelahiran prematur yang terkait dengan kondisi ini.

"Ini adalah titik awal untuk melihat preeklampsia dan risiko kesehatan yang signifikan sehingga menjadi hal penting untuk diselesaikan, tapi masih harus diteliti lebih lanjut untuk melihat efek samping dari suplemen," ujar Gail Johnson, guru kebidanan di Royal College of Midwives, seperti dikutip dari BBCNews, Jumat (20/5/2011).

Dalam studi sebelumnya telah dilakukan pengujian terhadap L-arginine dan vitamin secara terpisah dan menunjukkan efek yang kecil, sehingga hasil studi ini menarik karena setelah dikombinasikan tampaknya memiliki pengaruh yang besar dalam mencegah preeklampsia dan penyakit
yang terkait.
Baca Suplemen Preeklampsia Bantu Cegah Penyakit Ibu Hamil Lebih Lengkap >>

10 Bahaya Pada Ibu Hamil yang Kena Asap Rokok


Banyak perempuan hamil yang tidak merokok tapi terkena dampaknya akibat sering terpapar oleh asap rokok dari sekitarnya. Padahal ada 10 bahaya yang terjadi jika ibu hamil kena asap rokok.

Perempuan hamil yang terpapar asap rokok baik dari rekan kerja, lingkungan atau anggota keluarganya bisa menimbulkan risiko tertentu.

Kondisi ibu hamil yang kena asap rokok tanpa disadari sebenarnya berpengaruh terhadap kehamilan dan janin yang dikandungnya.

Senyawa kimia yang terdapat di dalam rokok bisa masuk ke dalam tubuh ibu hamil dan meracuni janin yang dikandungnya.

Dalam studi yang dilaporkan pada American Association for Cancer Research di Washington menuturkan bahwa senyawa yang masuk tersebut bisa menyebabkan kerusakan genetik yang nantinya bisa menjadi awal bagi penyakit leukimia atau kanker lain.

Peneliti dari University of Louisville menganalisis bahwa ada 3 karsinogen (senyawa pemicu kanker) dari tembakau yang bisa masuk ke dalam tubuh ibu dan bayinya yaitu benzo(a)pyrene, 4-aminobiphenil dan akrilonitril.

Selain bisa menyebabkan kanker, ibu hamil yang terpapar asap rokok juga bisa menimbulkan bahaya lain, seperti dikutip dari CDC.gov dan Telegraph, Kamis (19/5/2011) yaitu:

1. Asap rokok bisa menyebabkan kematian dini (premature death) pada bayi yang sedang dikandung dan menimbulkan penyakit ketika bayi tersebut lahir
2. Berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena racun dalam rokok bisa menghambat aliran darah yang merupakan sumber nutrisi bagi bayi
3. Asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi meninggal akibat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok
4. Meningkatkan risiko bayi terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan memperlambat pertumbuhan paru-paru
5. Asap rokok selama hamil bisa menyebabkan perubahan dalam struktur DNA bayi yang nantinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya
6. Mengganggu pertumbuhan otak janin selama di dalam kandungan, serta berisiko mengalami keterbelakangan mental
7. Sering terpapar asap rokok bisa membuat bayi lahir prematur yang umumnya memiliki perkembangan organ tubuh yang belum sempurna
8. Meningkatkan risiko bayi yang dikandung memiliki asma
9. Meningkatkan risiko bayi lahir cacat seperti bibir sumbing akibat adanya kelainan pada sperma sang ayah yang perokok
10. Pengaruh asap rokok bisa menyebabkan bayi mengalami penyakit jantung bawaan hingga keguguran

Untuk mencegah hal tersebut diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik keluarga, teman-teman kerja dan orang-orang disekitar ibu hamil untuk tidak merokok. Serta membuat peraturan yang lebih jelas mengenai tempat-tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh merokok.
Baca 10 Bahaya Pada Ibu Hamil yang Kena Asap Rokok Lebih Lengkap >>

Amankah Tidur Terlentang Buat Bumil?


Posisi tidur saat hamil sebaiknya tetap harus diperhatikan agar tidak mengganggu janin yang sedang dikandungnya. Tapi amankah bagi ibu hamil untuk tidur dalam posisi terlentang?

Jika seorang ibu memiliki kebiasaan tidur terlentang, maka hal ini masih aman untuk dilakukannya selama trimester pertama. Tapi saat rahim semakin membesar dan memasuki trimester kedua maka akan lebih baik untuk memilih posisi tidur yang lain, seperti dikutip dari Babycenter, Senin (16/5/2011).

Hal ini karena ketika seseorang tidur dalam posisi terlentang, maka rahim akan menekan pembuluh darah vena yang berfungsi mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Berbaring terlentang untuk jangka waktu yang lama bisa mengganggu aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan perkembangan bayi.

Posisi ini cenderung tidak aman terutama jika ibu hamil memiliki kondisi lain seperti tekanan darah tinggi yang bisa mempengaruhi seberapa banyak oksigen dan nutrisi yang diterima janin. Karenanya jika memiliki kondisi tersebut, dokter akan menyarankan untuk tidur dalam posisi miring.

Setelah ibu hamil memasuki trimester ketiga kehamilan, umumnya tidak disarankan untuk tidur dalam posisi terlentang karena peningkatan bobot akan membuat rahim semakin menekan pembuluh darah vena.

Ibu hamil akan disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Serta tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.

Pergeseran posisi saat tidur merupakan bagian yang alami. Jika sudah memasuki usia kehamilan trimester ketiga, pergeseran posisi kadang bisa membangunkan tidur dan membuat rasa tidak nyaman.

Meski begitu beberapa hal bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk membantunya tetap nyaman yaitu menempatkan bantal di bawah perut, diantara kaki atau dibelakang punggung untuk menjaga posisi dan meringankan tekanan pada perut, serta menghindari konsumsi kafein, melakukan relaksasi sebelum tidur dan membiasakan bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya.
Baca Amankah Tidur Terlentang Buat Bumil? Lebih Lengkap >>

Bisakah Hamil Saat Sedang Menyusui?


Menyusui memang diketahui bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan. Jika demikian bisakah seorang ibu hamil saat sedang menyusui?

"Secara umum menyusui memang akan membuat seorang perempuan menjadi kurang subur, tapi bukan berarti infertil (tidak subur). Jadi bisa saja ibu menjadi hamil saat masih menyusui bayinya," ujar Robert Zurawin, selaku ahli ginekologi dan kesuburan, seperti dikutip dari Babycenter, Senin (9/5/2011).

Penyebab ibu yang sedang menyusui menjadi kurang subur karena hormon prolaktin yang digunakan untuk merangsang keluarnya ASI di dalam tubuh ibu juga bisa mencegah terjadinya pelepasan sel telur.

Zurawin menuturkan meski ibu yang menyusui tidak mengalami menstruasi untuk beberapa waktu selama melahirkan, tapi tubuh biasanya tetap melepaskan sel telur setelah melahirkan sebelum mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya. Biasanya seseorang tidak akan tahu bahwa ia sedang mengalami ovulasi sampai 2 minggu kemudian, yaitu saat ia mengalami menstruasi.

Jika seseorang menyusui bayi secara eksklusif saat siang dan malah hari, maka seseorang mungkin akan butuh waktu lama untuk menstruasi kembali. Para ahli percaya bahwa semakin lama seseorang menyusui maka semakin lama pula ia mendapatkan menstruasi kembali.

Studi menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 50 perempuan akan hamil saat menyusui secara eksklusif jika ia tidak menggunakan alat pelindung atau kontrasepsi apapun. Dalam studi ini tidak melibatkan ibu menyusui yang bayinya sudah menerima makanan padat atau menggunakan susu formula.

Jadi jika ibu yang tengah menyusui ingin benar-benar menghindari kehamilan berikutnya, para ahli menyarankan untuk menggunakan alat pengontrol kehamilan atau kontrasepsi. Sebagian besar dokter akan menyarankan penggunaan kontrasepsi penghalang seperti kondom.

Tapi jika ibu ingin menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil atau suntik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan tanyakan pil mana yang tidak mengandung estrogen. Karena estrogen merupakan suatu hormon yang dapat mengganggu proses laktasi (menyusui).
Baca Bisakah Hamil Saat Sedang Menyusui? Lebih Lengkap >>